Page 51 - E-Modul KONEKSI BALI
P. 51
1) Angkutan Pribadi
Salah satu ciri angkutan pribadi adalah bebas menentukan
lintasannya maupun waktu perjalanan itu sendiri. Kendaraan
pribadi (mobil) atau sepeda motor memiliki mobilitas
pergerakan yang tinggi sehingga meningkatkan seseorang
untuk melakukan aktivitas (pergerakan). Contoh angkutan
pribadi tanpa kendaraan bermotor adalah pedestrian, sepeda,
becak, kereta, gerobak dan lain-lain.
a) Pedestrian Pedestrian (Pejalan kaki) merupakan contoh
penyelenggaraan angkutan pribadi yang paling sederhana
dalam arti tidak membutuhkan persyaratan yang sulit.
Fasilitas yang dibutuhkan pejalan kaki dapat berupa : a.
Jalur pejalan kaki (trotoar) b. Penyeberangan jalan (zebra
cross) c. Sinyal pengatur penyeberangan. d. Tempat
berteduh (shelter)
b) Sepeda motor Sepeda motor adalah kendaraan bermotor
beroda dua. Dalam hal jangkauan, sepeda motor jauh lebih
besar dibandingkan sepeda, tetapi kapasitasnya masih kecil
(memuat 1orang).
c) cMobil penumpang Adalah kendaraan bermotor yang
dilengkapi sebanyak-banyaknya 8 (delapan) tempat duduk
tidak termasuk tempat duduk pengemudinya. Untuk syarat-
syarat penyelenggaraannya seperti syarat pada sepeda
motor
2) Angkutan Umum
Definisi angkutan umum menurut Undang-undang adalah
angkutan untuk mana penggunanya dipungut bayaran. Konsep
angkutan publik atau umum muncul karena tidak semua warga
masyarakat memiliki kendaraan pribadi sehingga negara
berkewajiban menyediakan angkutan bagi masyarakat secara

