Page 205 - Ebook_Toponim Jogja-
P. 205
Toponim Kota Yogyakarta 187
Berdasarkan peta yang dibuat oleh Topografischen Dienst tahun 1923-1924 wilayah Basen
dibatasi oleh Pringgolayan di sisi timur, Kebowan di sisi selatan, Klitren di sisi barat, dan
Gedongan di sisi utara. Di dalam Alphabetisch register van de administratieve (bestuurs-) en
adatrechtelijke indeeling van Nederlandsch-Indië Deel I: Java en Madoera (Schoel, 1931: 53),
Kampung Basen tercatat sebagai sebuah desa di Onderdistrik Kotagede, Distrik Kota
Gede Djocja, Regentschap Bantul, Afdeeling Djocjakarta, Gewest Djocjakarta. Kini daerah
ini secara administratif masuk ke dalam Kelurahan Purbayan, Kecamatan Kotagede,
Kota Yogyakarta, Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta. Dahulu di wilayah ini terdapat
Stasiun Basen yang terhubung dengan Stasiun Tugu. Sekarang stasiun tersebut telah
berubah menjadi bangunan SMP Negeri 9 Yogyakarta dan secara administratif masuk
ke Kampung Tinalan.
Sejak 23 Agustus 2011 Kampung Basen diresmikan sebagai kampung wisata kerajinan
perak. Mayoritas masyarakatnya mencari nafkah sebagai pengrajin logam, utamanya
perak, emas, dan tembaga. Toko-toko yang menjual kerajinan dan perhiasan perak,
seperti kalung, cincin, gelang, bros, dan aneka souvenir dalam berbagai bentuk dan
ukuran berjejer di sepanjang Jalan Kemasan. Kerajinan dan perhiasan perak tersebut
dibuat oleh warga Kampung Basen di rumah-rumah. Beberapa dari mereka tidak hanya
menjual hasil kerajinannya di toko-toko di Jalan Kemasan, tetapi juga menjualnya di
rumah yang mereka gunakan sebagai bengkel kerja sekaligus showroom.
Sumber: https://www.google.co.id/maps
Lokasi Kampung
Basen

