Page 207 - Ebook_Toponim Jogja-
P. 207
Toponim Kota Yogyakarta 189
3. Kampung Alun-Alun
Dalam kamus Bausastra Jawa (Poerwadarminta, 1933), alun-alun adalah palêmahan
jêmbar ing sangarêp tuwin saburining keraton (ngarêp kabupatèn, têngahing kutha) atau tanah
lapang di depan dan di belakang keraton (depan kabupaten, di tengah-tengah kota).
Ditelusuri dari sejarahnya, wilayah yang sekarang menjadi perkampungan penduduk ini
dahulunya merupakan alun-alun keraton pada masa Kerajaan Mataram Islam beribukota
di Kotagede. Di masa lalu, sejak zaman Majapahit sampai Mataram (abad ke-13 s.d.
18), alun-alun selalu menjadi bagian dari suatu kompleks keraton (Handinoto, 2015:
32). Pada zaman prakolonial alun-alun bisa berfungsi sebagai (1) lambang berdirinya
sistem kekuasaan raja terhadap rakyatnya; (2) tempat semua upacara keagamaan yang
penting (adanya hubungan penting antara keraton-masjid dan alun-alun); dan (3)
tempat pertunjukan kekuasaan militeris yang bersifat profan (Santoso, 1984 dalam
Handinoto, 2015: 38). Kini, halaman luas keraton tersebut sudah tidak ada lagi karena
sudah ditutupi oleh rumah-rumah penduduk. Meskipun alun-alunnya sudah tidak ada
lagi, tetapi namanya masih diabadikan sebagai nama kampung di Kelurahan Purbayan,
Kecamatan Kotagede ini.
Sumber: https://www.google.co.id/maps
Lokasi Kampung
Alun-Alun

