Page 244 - Ebook_Toponim Jogja-
P. 244
226 Toponim Kota Yogyakarta
“sang dyah siram anèng taman sari,
ing wayah sadhawoh,
kang cakarwa pinanggyèng tamane,
cinêkêl ing pra inya tan kêni,
umibêr tumuli,
sang dyah kari muwun”
Disitu tertulis “sang dyah siram anèng taman sari, ing wayah....” jika diterjemahkan secara
kasar ke dalam bahasa Indonesia memiliki arti “sang diyah mandi di Taman Sari, pada
waktu....” sehingga dapat disimpulkan bahwa penggunaan kata “taman sari” memang
merujuk pada tempat yang digunakan untuk mandi dan dari gelar dyah yang merupakan
gelar kebangsawanan tersebut memberi batasan bahwa yang boleh mandi di tempat
tersebut hanyalah seorang bangsawan saja.
Tamansari dibangun pada zaman Sultan Hamengku Buwono I (HB I) pada tahun 1758-
1765/9. Awalnya, taman yang mendapat sebutan “The Fragrant Garden” ini memiliki
luas lebih dari 10 hektare dengan sekitar 57 bangunan baik berupa gedung, kolam
pemandian, jembatan gantung, kanal air, maupun danau buatan beserta pulau buatan
dan lorong bawah air. Kebun yang digunakan secara efektif antara 1765-1812 ini pada
mulanya membentang dari barat daya kompleks Kedhaton sampai tenggara kompleks
Magangan. Namun saat ini, sisa-sisa bagian Taman Sari yang dapat dilihat hanyalah yang
berada di barat daya kompleks Kedhaton saja. Danau buatan yang disebut juga segaran
(laut buatan) saat ini tidak berisi air lagi melainkan telah menjadi pemukiman padat
yang dikenal dengan Kampung Taman.
Penduduk yang tinggal di dalam Kampung Taman sendiri adalah masyarakat asli bukan
pendatang dan tanah yang ada di dalamnya adalah tanah milik sultan. Hal tersebut
memperjelas bahwa toponim dari Kampung Taman ini dulunya memang diperuntukkan
pada seorang bangsawan saja. Namun, sekarang Kampung Taman ini sudah diresmikan
oleh pemerintah menjadi cagar budaya sehingga masyarakat umum bisa mengunjungi
daerah tersebut.
Kampung Taman memiliki potensi yang besar dalam bidang pariwisata karena
di dalamnya terdapat sebuah cagar budaya yaitu Taman Sari. Masyarakat dapat
memanfaatkan cagar budaya tersebut untuk kebutuhan ekonominya seperti membuat
dan menjual sovenir-sovenir berdasarkan cagar budaya tersebut di sekitar Taman Sari.

