Page 239 - Ebook_Toponim Jogja-
P. 239

Toponim Kota Yogyakarta   221
























                Sumber: Survei tahun 2019














                                                                                             Suasana Kampung
                                                                                             Ngadisuryan




                  2. Kampung Patehan


                  Poerwadarminta dalam  kamus Bausastra  Jawa menyebut kata patèhan yang dapat
                  mengandung arti (1) bintang, teko lsp. praboting ngombe wedang tèh atau bintang, teko, dan
                  sebagainya perabot minum minuman teh; dan (2) papan dianggo nyêdhiyakake wedang (tèh
                  lsp) atau tempat dipakai menyediakan minuman teh dan sebagainya (Poerwadarminta,
                  1939). Dari penjelasan tersebut istilah patèhan tak jauh-jauh dari minuman teh dan
                  sebagainya. Apabila ditelisik dari sejarahnya, sejak berdirinya Kasultanan Ngayogyakarta
                  Hadiningrat kampung  ini dihuni oleh para  abdi dalem  yang bertugas menyajikan
                  minuman teh dan sebagainya untuk keraton.

                  Kampung Patehan, merupakan bagian dari sejarah perjalanan Keraton Yogyakarta yaitu
                  sejak tahun 1756 M saat berdirinya Kota Praja Yogyakarta terbentuk, maka didirikan
                  pula beberapa kampung. Bersamaan dengan Kesultanan Yogyakarta terbentuk, maka
                  Sultan memberikan petak-petak lahan untuk tempat tinggal para abdi dalem. Salah
                  satunya yaitu Kampung Patehan. Para abdi dalem pembuat teh tersebut memang sudah
                  ditentukan untuk tinggal ditempat yang sekarang disebut Kampung Patehan. Alasan
   234   235   236   237   238   239   240   241   242   243   244