Page 237 - Ebook_Toponim Jogja-
P. 237

Toponim Kota Yogyakarta   219
























                Sumber: Survei tahun 2019









                                                                                             Plang penanda
                                                                                             Kampung Gamelan






                  Kelurahan Patehan: Ngadisuryan, Patehan, Nagan, Taman.


                  1. Kampung Ngadisuryan


                  Meskipun terkadang disebut dengan Buminatan dan Ngabean karena pernah ditempati
                  oleh GPH Buminoto (putra  ke-69 dari Sri Sultan  Hamengku  Buwono VI dengan
                  garwa permaisuri GKR Kencono) dan GBPH Hangabehi (putra ke-7 dari Sri Sultan
                  Hamengku Buwono VIII dengan garwa BRAy Puspitoningdiah), kampung yang secara
                  administratif masuk dalam Kelurahan Patehan ini diberi nama Kampung Ngadisuryan
                  karena lebih akrab ditelinga masyarakat. Nama Kampung Ngadisuryan diambil dari
                  nama BPH Hadisuryo (putra ke-48 Sri Sultan Hamengku Buwono VII dengan garwa
                  BRAy Retnowinardi). Ditelisik dari sejarahnya, di kampung ini dahulu BPH Hadisuryo
                  tinggal sehingga wilayah disekitar kediamannya yang dikenal dengan Ngadisuryan.


                  Pada masa Sri Sultan Hamengkubuwono VIII, ditempati oleh putranya ke-7  dari
                  garwa BRAy Puspitoningdiah, yaitu GBPH Hangabehi yang kemudian dikenal dengan
                  nama  Ndalem Ngabean. Akan tetapi, masyarakat umum masih lebih akrab dengan
                  nama Kampung Ngadisuryan. Penamaan ini tentu berkaitan dengan letak Kampung
   232   233   234   235   236   237   238   239   240   241   242