Page 251 - Ebook_Toponim Jogja-
P. 251
Toponim Kota Yogyakarta 233
Sumber: Survei tahun 2019
Gapura Kampung
Dukuh
2. Kampung Gedongkiwo
Kampung Gedongkiwo merupakan kampung yang didirikan khusus untuk tempat
tinggal para Abdi Dalem Gedong Kiwa yang bertugas untuk mengurus berbagai urusan,
antara lain urusan srati (pengurus atau pawang gajah), pelatih kuda keraton, pemahat,
juru sungging (pembuat wayang), pembuat gendhing (gamelan), niyaga (urusan
perniagaan), penjaga pesanggrahan, dan kenek dan kusir kereta keraton. Namun, jika
merujuk pada arti dari gedongkiwo, nama tersebut secara bahasa berasal dari dua
gabungan kata, yakni gêdhang yang dalam Bahasa Jawa berarti pisang dan kiwa yang
berarti kiri (Poerwadarminta, 1939).
Di Gedongkiwo terdapat Ndalem Condronegaran yang merupakan tempat tinggal
dari GBRAy Condronegoro dan keluarganya. Beberapa informasi yang didapat,
besar kemungkinan sebelum dinamakan Gedongkiwo, Condronegoro merupakan
nama dari kampung tersebut. Akan tetapi, tidak menutup kemungkinan bahwa
kampung Gedongkiwo dan Condronegoro pernah eksis secara bersamaan sebelum
Condronegoro dilebur menjadi satu kampung dengan Gedongkiwo. Hal tersebut tidak
terlepas dari adanya bangunan atau kawasan permukiman Ndalem Condronegoro yang
merupakan milik golongan ningrat dari Keraton Kasultanan Ngayogyakarta bernama
GBRAy Condronegoro seperti yang sudah disebut di bagian atas.

