Page 322 - Ebook_Toponim Jogja-
P. 322

304         Toponim Kota Yogyakarta












                             3. Kampung Ngampilan


                             Ngampilan merupakan permukiman bagi abdi dalem ampilan. Leksikon “ampilan” dalam
                             kamus Bausastra Jawa (Poerwadarminta, 1939) bermakna upacara dan sebagainya serta
                             barang bawaan yang dibawa pembesar ketika pergi (upacara lsp. gawaning para gêdhe yèn
                             lêlungan). “Upacara” yang dimaksud di sini adalah barang-barang yang termasuk ampilan
                             kêprabon seperti tempat kinang, banyak dhalang, sawung-galing dan sebagainya (barang-
                             barang kang kalêbu ampilan kêprabon, kyt. wadhah kinang, banyak dhalang, sawung-galing
                             lsp)  (Poerwadarminta, 1939).  Tugas  abdi dalem  ampilan  adalah  membawa  ampilan
                             dalem atau ampilan kêprabon ke Bangsal Manguntur Tangkil sebelum Sri Sultan duduk
                             di singgasana. Berdasarkan jabatannya, abdi dalem ampilan dibagi menjadi dua, yaitu
                             Wignya dan Derma/Saderma yang biasanya kedua kata tersebut disematkan pada nama
                             depan mereka. Wignya artinya hendaknya Sultan pandai, bisa, dan mampu duduk di
                             singgasana untuk dihadapan kawula atau rakyatnya, sedangkan saderma yaitu dengan
                             tulus sultan menjadi wakil Tuhan Yang Maha Esa dan sanggup menata tata keagamaan (
                             Priyono, 2015: 122; KRT Yudopiro, 1997 dalam Gupta, 2007: 80).


                             Ngampilan merupakan wilayah kota keraton di bagian barat daya Keraton. Awalnya,
                             Ngampilan  merupakan daerah yang dibangun khusus untuk para abdi dalem yang
                             bekerja untuk keraton. Namun dalam  perkembangan zaman, wilayah ini dihuni
                             pendatang dari luar yang bukan abdi dalem. Memang, sekarang tidak semua masyarakat
                             merupakan abdi dalem, hanya beberapa saja yang merupakan abdi keraton.

                             Tentang Kelurahan Ngampilan:


                             Masyarakat Kelurahan Ngampilan saat ini potensinya cukup beragam terutama dibidang
                             wiraswasta, salah satu produk kewirausahaannya adalah bakpia pathuk yang terkenal,
                             masyarakat Kelurahan  Ngampilan  mengelola dan mengembangkan bakpia pathuk.
                             Selain itu ada pula yang berprofesi sebagai tenaga pengajar seperti guru ataupun dosen.
                             Dengan adanya rumah sakit dan puskesmas yang ada di Ngampilan, membuat banyak
                             dokter dan perawat yang menetap di Ngampilan, selain itu ada pula pekerja lepas,
                             sebagian juga menjadi peternak seperti ternak ayam dan bebek, walaupun tidak seluas
                             dan sebanyak jika berada di lahan lepas, namun ternak ayam dan bebek di Ngampilan
                             masih menjadi bagian dari kehidupan warga.

                             Sarana dan prasarana sangat menunjang kegiatan sosial dan ekonomi. Sarana sosial yang
   317   318   319   320   321   322   323   324   325   326   327