Page 325 - Ebook_Toponim Jogja-
P. 325
Toponim Kota Yogyakarta 307
4. Kampung Pathuk
Asal muasal sejarah penamaan Kampung Pathuk, berawal dari istilah pathuk. Dalam
kamus Bausastra Jawa (1939), karya Poerwadarminta kata pathuk memiliki arti pojok
tikungan (ing kali, gunung lsp) atau pojok tikungan (di sungai, gunung, dan sebagainya).
Jika dilihat lokasinya berada, kampung yang terkenal sebagai sentra bakpia ini memang
ada di pojok tikungan jalan yang dekat dengan pertigaan.
Keberadaan Kampung Pathuk lebih terkenal sebagai sentra pembuatan Bakpia. Bakpia
sendiri diketahui telah diproduksi di Kampung Pathuk sejak tahun 1948-an (Lestari,
2018). Makanan ini sebenarnya merupakan kue khas masyarakat Tionghoa, yang dibawa
ketika mereka mulai menetap di kampung ini. Pada tahun 1980-an pembuatan bakpia
mulai berkembang, hingga sekitar tahun 1990-an peminat bakpia kian meningkat dan
mulai dikenal sebagai oleh-oleh khas Yogyakarta. Banyaknya peminat, medorong warga
mulai belajar untuk membuat bakpia. Merk bakpia diberi sesuai dengan nomor rumah.
Merk-merk bakpia sendiri selama ini sebagian besar berupa angka yaitu 75, 25, 100,
dan 125 (Khairunisa, 2018).
Kampung Pathuk memiliki resiko bencana yang tinggi, khususnya kebakaran akibat
padatnya pemukiman penduduk. Hingga pada tahun 2015, kampung ini ditetapkan
sebagai Kampung Tangguh Bencana untuk siap menangani bencana angin kencang dan
kebakaran.
Sumber: maps.library.leiden.edu
Peta Lokasi Kampung
Patoek (Patoek)
tahun 1925

