Page 360 - Ebook_Toponim Jogja-
P. 360

342         Toponim Kota Yogyakarta












                             Tegalrejo. Di sebelah Timur, berbatasan dengan Kelurahan Kricak dan Kelurahan
                             Bumijo, Kecamatan Jetis. Di sebelah selatan, berbatasan dengan Kelurahan Tegalrejo.
                             Di sebelah  barat berbatasan langsung dengan Kelurahan Ngestiharjo, Kecamatan
                             Kasihan. Di Kampung Bener terdapat Sungai Winongo yang mengalir ke arah selatan.
                             Sungai Winongo menjadi pemisah daratan di keraton dengan daratan yang berada di
                             barat sungai tersebut sebagaimana juga berlaku pada Sungai Code.

                             Kampung Bener memiliki cerita yang berbeda dalam hal penamaan dengan kampung-
                             kampung lainnya yang berada di Kota Yogyakarta. Jika kampung-kampung  lainnya
                             memiliki  penamaan  berdasarkan  tiga hal  yang  disebutkan pada  bagian-bagian
                             sebelumnya, berbeda dengan Kampung  Bener yang memiliki cerita dan  penamaan
                             tersendiri. Asal-usul Kampung Bener jika ditarik ke masa sebelumnya, mulai dari zaman
                             Kerajaan Mataram Islam, hingga masa kini menjadikan Kampung Bener memiliki cerita
                             yang menarik.


                             Kemunculan Kampung Bener juga tidak dapat dilepaskan dari kampung-kampung atau
                             desa-desa yang ada di sekitar Kampung Bener pada masa lampau. Kampung-kampung
                             atau desa-desa yang dimaksud masih dapat dijumpai di masa sekarang. Singkat cerita,
                             pada  masa  Pangeran Mangkubumi  atau  Sultan  Hamengku Buwono I, keberadaan
                             Kampung  Bener telah dijumpai, dan menurut cerita tradisi  lisan, pembangunan
                             Keraton Kasultanan  Ngayogyakarta  merupakan  salah  satu faktor  pendorong
                             munculnya Kampung Bener. Pada  saat masa  pembangunan Keraton Kasultanan
                             Ngayogyakarta, Pangeran Mangkubumi atau Sultan Hamengku Buwono I bertempat
                             tinggal di Pesanggarahan Ambar Ketawang yang berlokasi di Gamping. Pesanggrahan
                             dikenal juga sebagai tempat istirahat sultan. Pada masa itu anak-anak Sultan Hamengku
                             Buwono I minta untuk dibuatkan tempat hiburan sehingga diutuslah seseorang untuk
                             mencari tempat hiburan. Orang tersebut melakukan tapa atau bertapa terlebih dahulu
                             agar diberikan petunjuk. Setelah mendapatkan petunjuk ternyata tempat yang akan
                             dibangunkan tempat hiburan memiliki mata air atau sumber air yang sangat melimpah.
                             Hal ini kemudian dilaporkan kepada Sultan Hamengku Buwono I. Setelah itu Sultan
                             Hamengku Buwono I mengirim utusan ke Banyuwangi (dulu bernama Blambangan)
                             untuk mendatangkan ahli penggali sumur.

                             Datanglah ahli sumur kemudian mereka menggali sumber mata air yang akan dijadikan
   355   356   357   358   359   360   361   362   363   364   365