Page 453 - Ebook_Toponim Jogja-
P. 453
Toponim Kota Yogyakarta 435
Patangpuluh memeroleh tanah seluas 1600 m2 yang bersifat hak milik. Maka, tanah ini
bisa diwariskan kepada anak-cucunya, bahkan dapat dijual-belikan.
Sekelumit kabar dari pustaka Almanak (1938) bahwa yang memperkuat posisi wêdana
prajurit patangpuluh adalah Kangjêng Radèn Tumênggung Jayaningrat. Sementara
lurah parentah prajurit patangpuluh dipimpin oleh Radèn Panji Imawusana. Ditinjau
dari perspektif sejarah sistem pertahanan kerajaan, prajurit pantangpuluhan berjumlah
empatpuluh orang. Sebagai prajurit pilihan istana, mereka memeluk nama khas “imo”
atau “hima”. Misalnya, hima sedewa, hima permuni, hima sarinjana, hima sendarga,
hima berdangga, dan lainnya. Ciri bendera yang dikenakan adalah cakragora berbentuk
empat persegi panjang dengan warna dasar hitam. Di bagian tengah terdapat hiasan
sudut delapan warna merah.
Busana yang dipakainya, yakni topi seperti mahkota kowekan berkelir hitam, blangkon
berwarna hitam, dan baju sikepan warna lurik biru, putih. Memakai celana panji-panji,
yaitu celana selutut berkelir merah-putih (poleng abang). Oleh raja, mereka diberi
identitas sepatu lars hitam dan baju rangkepan (baju dalam) berwarna merah. Prajurit
ini dipercaya memegang pusaka bernama Kanjeng Kyi Trisula berupa tombak bermata
tiga. Kemudian, senjata yang dipakai untuk berperang maupun berbaris adalah senapan,
tombak, keris, dan pedang. Diiringi alat musik genderang dan seruling dengan lagu
iringin genderang dengan bulu-bulu.
Sesungguhnya pola maupun pengetahuan tentang prajurit patangpuluhan di Keraton
Kasultanan Yogyakarta mengikuti istana Kasunanan Surakarta. S Winter tahun
1882 menggarap Javaansche Zamenspraken yang memuat informasi perihal pasukan
patangpuluhan: Sapa sing yasa prajurit patang puluh irêng anirwèsthi iku. Ingkang yasa
panjênênganipun Sinuhun Pakubuwana kaping 3. Apa têgêse patangpuluh irêng anirpringga.
Têgêsipun anirpringga: tanpa pakèwêd. Mênggah barangipun prajurit kawandasa cêmêng
anirpringga, sami akalihan prajurit kawandasa cêmêng anirwèsthi wau. Apa têgêse patangpuluh
abang anirmala, apa gawene, apa gêgamane lan pira cacahe. Mila nama kawandasa abrit,
ingkang wau cacahipun namung 40, rasukanipun abrit, têgêsipun nirmala: tanpa mêmala,
utawi tan kenging ing tatu, damêlipun jagi pagêlaran êlèr bangsal ingkang wetan, kalih jagi
pêngkêran. Sapa sing yasa prajurit patangpuluh abang anirmala iku. Ingkang yasa inggih
Sinuhun Pakubuwana kaping 3. pa têgêse patangpuluh abang anirwikara iku. Têgêsipun
anirwikara: tanpa sumêlang, utawi tanpa rêringa, mênggah barangipun prajurit kawandasa abrit

