Page 131 - Gagasan Inovasi Pendidikan Volume 1
P. 131

Inspiring Lecture Paragon

               lingkungan bahkan bisa berlipat-lipat jauh lebih besar dibandingkan

               dari nilai ekonomi yang diperoleh dari pembukaan wisata.

                      Mempertimbangkan  dampak  negatif  yang  ada,  pengelolaan
               wisata  alam  sudah  seharusnya  dilakukan  dengan  berkelanjutan

               dengan menyeimbangkan kepentingan ekonomi dengan kepentingan
               ekologi  dalam  sistem  pengelolaan.  Akan  tetapi,  mewujudkan

               pengelolaan  wisata  alam  yang  berkelanjutan  memanglah  tidak

               mudah.  Pada  praktiknya,  ekologi  hampir  selalu  tertindas  oleh
               kepentingan ekonomi. Namun, keseimbangan tersebut bukan berarti

               tidak dapat diwujudkan. Salah strategi yang dapat dilakukan untuk
               mewujudkannya adalah dengan mengaplikasikan pengelolaan wisata

               alam  berbasis  Edu-ekowisata.  Edu-ekowisata  adalah  sistem

               pengelolaan  wisata  yang  memadukan  secara  proporsional  antara
               pendidikan dengan ekowisata. Maksud dari sistem ini adalah bahwa

               setiap  objek  wisata  alam  selain  difungsikan  untuk  kepentingan
               berlibur, juga dapat dimanfaatkan sebagai sumber belajar mengenai

               aspek  biodiversitas  dan  konservasi  sumber  daya  alam  bagi
               pengunjung.

                      Penerapan Edu-ekowisata  dapat  dilakukan dengan  beberapa

               cara diantaranya adalah setiap objek alam yang akan dikembangkan
               menjadi  objek  wisata  harus  diinventarisasi  terlebih  dahulu

               keanekaragaman  hayatinya.  Hal  ini  sangat  penting  sebab  data
               keanekaragaman hayati mutlak diperlukan sebagai baseline sehingga

               dapat digunakan untuk mengevaluasi dampak negatif aktivitas wisata

               yang akan dilaksanakan. Selain itu, data tersebut juga dapat disusun
               menjadi sebuah infografis, buku, atau sejenisnya sebagai bahan



                                                                               11
                                                                               9
   126   127   128   129   130   131   132   133   134   135   136