Page 132 - Gagasan Inovasi Pendidikan Volume 1
P. 132
Inspiring Lecturer Paragon
literasi bagi wisatawan yang berkunjung sehingga dapat mengenal
keanekaragaman hayati di kawasan tersebut.
Cara selanjutnya yang dapat dilakukan adalah dengan
menyediakan pemandu wisata yang profesional dan terampil dalam
menjelaskan pentingnya konservasi biodiversitas kepada pengunjung.
Pemandu wisata dapat berperan sebagai “guru” yang mendampingi
wisatawan bermain sambil belajar ketika mengunjungi suatu objek
wisata alam. Agar dapat lebih berkesan, alangkah lebih baiknya
apabila setiap objek wisata melibatkan wisatawan untuk melakukan
penelitian sederhana seperti melakukan observasi makhluk hidup,
memonitor dinamika perubahan mikroklimat, dan sebagainya.
Menawarkan program studi lapangan bagi pelajar dapat
menjadi salah satu strategi jitu implementasi Edu-ekowisata. Objek
wisata alam dan instansi pendidikan dapat melakukan simbiosis
mutualisme dengan melakukan studi lapangan khususnya pada topik-
topik Biologi. Studi lapangan dapat menghadapkan pelajar dengan
objek kajian secara langsung sehingga mereka dapat belajar dari objek
riil bukan hanya sekedar konsep-konsep yang diperoleh dari
pembelajaran di kelas. Dengan mempelajari biodiversitas dan segala
perannya bagi lingkungan secara langsung, nilai-nilai konservasi
dalam diri pelajar dapat lebih terbentuk.
Perguruan tinggi memiliki porsi penting dalam implementasi
Edu-ekowisata. Dosen dan mahasiswa dapat menjadi pendamping
pengelola wisata alam dalam rangka mensukseskan Edu-ekowisata.
Selain melalui bidang pendidikan seperti halnya studi lapangan, dosen
dan mahasiswa juga dapat melakukan penelitian dan pengabdian di
120

