Page 180 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 19 JULI 2021
P. 180

KEMNAKER LAKUKAN MASIFIKASI WLKP ONLINE, TERMASUK UNTUK TKA

              JAKARTA - Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) melalui Direktorat Jenderal Pembinaan
              Pengawasan Ketenagakerjaan dan Keselamatan dan Kesehatan Kerja (Ditjen Binwasnaker dan
              K3) melakukan masifikasi wajib lapor ketenagakerjaan perusahaan (WLKP) online sebagai salah
              satu  upaya  Kemnaker  untuk  menambah  jumlah  perusahaan  yang  melakukan  WLKP  secara
              online.

              Masifikasi  WLKP  secara  online  ini  dilakukan  karena  hingga  saat  ini  jumlah  perusahaan  yang
              menyampaikan WLKP online melalui Sisnaker belum sesuai harapan.

              "Kami  akan  masifikasi  WLKP  online  melalui  program  yang  telah  diluncurkan  oleh  Kemnaker
              adalah penyebaran informasi melalui video digital dan advetorial," ujar Dirjen Binwasnaker dan
              K3 Haiyani Rumondang melalui Siaran Pers Biro Humas Kemnaker di Jakarta, Jumat (16/7/2021).

              Menurut  Haiyani,  video  digital  dan  advertorial  tersebut  akan  ditampilkan  di  beberapa  media
              online yang telah dipilih oleh Kemnaker, juga di platform Media sosial Facebook dan Instagram.
              Video imbauan WLKP Online yang disampaikan oleh Menaker akan ditayangkan di beberapa titik
              videotron di wilayah Jabodetabek yang sudah ditentukan.

              "Sedangkan video tutorial WLKP online akan disunting ke dalam aplikasi sistem ketenagakerjaan
              untuk mempermudah stakeholder mendaftarkan dan melaporkan WLKP online ke dalam sistem,"
              kata Haiyani.

              Haiyani menjelaskan berdasarkan UU No. 7 Tahun 1981 tentang Wajib Lapor Ketenagakerjaan
              (WLK),  setiap  perusahaan  memiliki  kewajiban  untuk  melaporkan  secara  tertulis  pada  saat
              mendirikan,  menghentikan,  menjalankan  kembali,  memindahkan  atau  membubarkan
              perusahaan.

              "Perusahaan wajib melaporkan setiap tahun secara tertulis, mengenai ketenagakerjaan kepada
              menteri atau pejabat yang telah ditunjuk," ujarnya.

              Haiyani mengatakan dengan melakukan WLK secara teratur, maka perusahaan dapat melihat
              indikasi apakah program kesejahteraan karyawan sudah tercapai. Hal ini karena sebelum WLK
              diterima dan disahkan, ada syarat-syarat terkait program kesejahteraan karyawan di perusahaan
              yang harus dilengkapi oleh perusahaan.

              "Misalnya apakah perusahaan sudah terdaftar dalam BPJS Ketenagakerjaan, BPJS Kesehatan
              dan Jaminan Sosial Dalam Hubungan Kerja di Luar Jam Kerja (JSHK). Itulah mengapa wajib lapor
              perusahaan  online  dapat  menjadi  indikator  apakah  perusahaan  telah  melaksanakan  program
              kesejahteraan bagi karyawan secara baik," tutur Haiyani.

              Dia menegaskam sesuai Pasal 10 ayat (1) UU No. 7 Tahun 1981, perusahaan yang belum atau
              lalai mendaftar WLKP secara online, akan dikenakan sanksi kurungan selama-lamanya tiga bulan
              atau denda setinggi-tingginya Rp1juta.

              Haiyani  menambahkan, bagi perusahaan  yang  ingin  menggunakan tenaga  kerja  asing  (TKA)
              dokumen  WLK  menjadi  salah  satu  persyaratan  wajib  yang  ditetapkan  Kemnaker  sebelum
              perusahaan dapat mengajukan permohonan menggunakan TKA.

              "Tanpa  adanya  dokumen  WLK,  maka  dapat  dipastikan  bahwa  perusahaan  tidak  dapat
              mengajukan permohonan izin TKA," pungkasnya.
              (uka).




                                                           179
   175   176   177   178   179   180   181   182   183   184   185