Page 132 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 6 APRIL 2021
P. 132

Secara  rinci  aksi  tersebar  di  DKI  Jakarta,  Banten,  Jawa  Barat,  Jawa  Tengah,  Jawa  Timur,
              Yogyakarta,  Aceh,  Sumatera  Utara,  Kepulauan  Riau,  Riau,  Bengkulu,  Lampung,  Kalimantan
              Selatan,  Kalimantan  Tengah,  Gorontalo,  Sulawesi  Selatan,  Sulawesi  Utara,  Sulawesi  Barat,
              Maluku, Nusa Tenggara Barat (NTB).

              "Bentuk aksinya ada perwakilan yang akan ke Mahkamah Konstitusi sebagai simbol penolakan
              omnibus law. Serta di daerah-daerah  ada perwakilan yang ke kantor gubernur, bupati, atau
              walikota  di  daerahnya  masing-masing,"  ujar  Said  dalam  konferensi  pers  virtual,  Senin
              (5/4/2021).

              Tuntutannya  meminta  Mahkamah  Konstitusi  mencabut  UU  11/2020  tentang  Cipta  Kerja,
              khususnya  yang  berkaitan  dengan  klaster  ketenagakerjaan.  Selain  itu,  meminta  ketentuan
              pembayaran upah minimum sektoral kabupaten atau kota tetap berlaku di 2021.

              Serta, meminta pemerintah memastikan pengusaha membayarkan Tunjangan Hari Raya (THR)
              kepada pekerja secara penuh atau tidak di cicil pada tahun ini.
              Menurut Said, demo akan diikuti buruh di lebih 1.000 perusahaan dari berbegai sektor industri,
              mulai  dari  logistik,  tekstil,  garmen,  sepatu,  makanan-minuman,  percetakan,  penerbitan,
              pariwisata,  farmasi,  kesehatan,  kimia,  energi,  pertambangan,  semen,  elektronik,  otomotif,
              hingga pekerja honorer.
              "Sangat meluas aksi yang kita rencanakan di 12 April ini. Dari sisi jumlah yang mengikuti aksi
              puluhan ribu orang," imbuhnya.

              Di sisi lain, aksi juga akan dilakukan di lebih dari 1.000 pabrik, di mana buruh tidak akan keluar
              dari  lingkungan  pabrik.  Batas  melakukan  aksi  hingga  pagar  pabrik,  di  mana  buruh  akan
              membentangkan spanduk atau poster terkait tuntutan mereka.

              Aksi  di perusahaan  itu  tentunya  akan  lebih  dulu  dilaporkan ke  aparat  terkait.  Menurut  Said,
              dipastikan aksi di dalam lingkungan pabrik akan dilakukan tanpa melanggar protokol kesehatan.

              "Ukurannya adalah pagar pabrik. Begitu masuk pagar pabrik kan itu berlaku protokol kesehatan,
              dengan  demikian  tidak  ada  alasan  pelarangan  ketika  para  buruh  menggunakan  hak
              konstitusionalnya, " jelas dia.
































                                                           131
   127   128   129   130   131   132   133   134   135   136   137