Page 128 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 6 APRIL 2021
P. 128
Dia menambahkan, banyak pekerja yang tidak menggunakan atau memakai alat perlindungan
kerja. Salah satunya pekerja tidak menggunakan alat pelindung diri (APD), seperti memakai
pakaian kerja untuk melindungi tubuh dan helm untuk melindungi kepala dari hal-hal yang
membahayakan.
Faktor lainnya, lanjut Ngatiana, kondisi peralatan kerja dan minimnya pengetahuan pekerja
terhadap keselamatan dan kesehatan kerja.
Oleh karenanya, kata Ngatiana, monitoring dan evaluasi terhadap masalah keselamatan dan
kesehatan kerja sangat penting. Khususnya bagi mereka yang bekerja di sektor industri dan
perdagangan.
Ngatiana menjelaskan, Undang-Undang nomor 36 tahun 2009 tentang Kesehatan telah
mengamanatkan, bahwa setiap tempat kerja harus melaksanakan upaya kesehatan kerja agar
tidak terjadi gangguan kesehatan pada pekerja, keluarga, masyarakat dan lingkungan
sekitarnya.
Oleh karena itu, Ngatiana berharap, pihak perusahaan memperhatikan perlindungan terhadap
karyawannya. Para pekerja tersebut, memiliki hak atas perlindungan kerja.
Lebih lanjut, Ngatiana menyampaikan, sosialisasi tentang BPJS Kesehatan dan Ketenagakerjaan
harus dilakukan agar para pekerja mengetahui hak dan kewajibannya sebagai tenaga kerja
sehingga mereka bisa bekerja dengan baik dan penuh rasa tanggung jawab.
Kepala Dinas Tenaga Kerja Kota Cimahi, Yanuar Taufik menjelaskan, monitoring dan evaluasi
sekaligus sosialisasi tentang BPJS Ketenagakerjaan dan Kesehatan ini sesuai dengan Undang-
Undang nomor 13 tahun 2003 tentang Ketenagakerjaan, dan Peraturan Pemerintah nomor 37
tahun 2021 tentang Program Jaminan Kehilangan Pekerjaan.
"Kegiatan ini dimaksudkan untuk memberikan informasi tentang peraturan pemerintah RI
kepada pengusaha, serikat pekerja dan pekerja sebanyak 100 orang," ujarnya.
127

