Page 743 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 6 OKTOBER 2020
P. 743

manfaat  berupa  cash-benefit,  up-skilling,  dan  upgrading  serta  akses  ke  pasar  tenaga  kerja.
              Sehingga bisa mendapatkan pekerjaan baru atau bisa membuka usaha
              positive - Airlangga Hartarto (Menteri Koordinator Bidang Perekonomian) Jaminan kehilangan
              pekerjaan  merupakan  bentuk  perlindungan  terhadap  pekerja  yang  terkena  PHK.  Dengan
              manfaat  berupa  cash-benefit,  up-skilling,  dan  upgrading  serta  akses  ke  pasar  tenaga  kerja.
              Sehingga bisa mendapatkan pekerjaan baru atau bisa membuka usaha.

              positive  -  Airlangga  Hartarto  (Menteri  Koordinator  Bidang  Perekonomian)  Kewenangan  yang
              telah ada tetap dilaksanakan oleh pemda sesuai dengan NSPK yang ditetapkan pemerintah pusat



              Ringkasan

              - Badan Legislasi (Baleg) DPR telah menyelesaikan pembahasan dan menyepakati RUU Cipta
              Kerja (Ciptaker) pada Sabtu malam (3/10). Prosesnya dinilai cukup singkat, mengingat ada 78
              undang-undang  (UU)  yang  masuk  dalam  omnibus  law  itu.  Mirip  seperti  RUU  Komisi
              Pemberantasan Korupsi (KPK) yang dibahas sangat cepat.

              Sementara itu, Wakil Ketua Baleg DPR Ibnu Multazam mengatakan, pihaknya sudah berupaya
              mengakomodasi  aspirasi  pihak  buruh  maupun  pengusaha.  Memang  tidak  semuanya  bisa
              dimasukkan dalam RUU Ciptaker



              PENGAMAT: KASIHAN RAKYAT, SEMUANYA DIKUASAI PARA PEMILIK MODAL

              - Badan Legislasi (Baleg) DPR telah menyelesaikan pembahasan dan menyepakati RUU Cipta
              Kerja (Ciptaker) pada Sabtu malam (3/10). Prosesnya dinilai cukup singkat, mengingat ada 78
              undang-undang  (UU)  yang  masuk  dalam  omnibus  law  itu.  Mirip  seperti  RUU  Komisi
              Pemberantasan Korupsi (KPK) yang dibahas sangat cepat.
              "Sudah  diduga  dari  awal.  RUU  Cipta  Kerja  akan  diketok  palu,"  ujar  pengamat  politik  Ujang
              Komarudin  kepada  Jawa  Pos  kemarin  (4/10).  Bagi  dia,  hal  tersebut  tidak  aneh  dan  tak
              mengherankan. Sebab, menurut Ujang, saat ini DPR dan pemerintah terkesan tidak aspiratif
              terhadap kepentingan buruh dan rakyat.
              Ujang  mengatakan,  jika  RUU  itu  merugikan  kaum  buruh,  tentu  ada  pihak  tertentu  yang
              diuntungkan. Bisa kalangan pengusaha atau kelompok lain. Direktur eksekutif Indonesia Political
              Review (IPR) tersebut menyatakan, banyak orang partai yang kapitalis. Begitu juga anggota DPR
              dan pihak istana. "Kasihan rakyat. Semuanya dikuasai para pemilik modal," ucapnya.

              Pengajar di Universitas Al Azhar Indonesia itu memprediksi, pembahasan RUU Ciptaker akan
              bernasib  sama  dengan  RUU  KPK.  Walaupun  banyak  yang  menolak,  DPR  akan  tetap
              mengesahkannya dalam waktu singkat. "RUU Ciptaker tetap akan disahkan walaupun merugikan
              dan ditolak rakyat," tegas dia.

              Para  buruh  memang  tetap  menolak  pengesahan  RUU  Ciptaker.  Presiden  Konfederasi  Serikat
              Pekerja Indonesia (KSPI) Said Iqbal menjelaskan, pihaknya menolak tujuh poin dalam RUU itu.
              Pertama, terkait upah minimum kabupaten/kota (UMK) bersyarat dan dihapusnya upah minimum
              sektoral kabupaten/kota (UMSK). Menurut Said, UMK tidak perlu bersyarat dan UMSK harus tetap
              ada. Sebab, UMK tiap kabupaten/kota berbeda nilainya.

              Kedua, buruh menolak pengurangan nilai pesangon dari 32 bulan upah menjadi 25 bulan. Di
              mana 19 bulan dibayar pengusaha dan 6 bulan dibayar BPJS Ketenagakerjaan. Yang menjadi
              pertanyaan, dari mana BPJS mendapat sumber dananya? Bisa dipastikan BPJS akan bangkrut.
                                                           742
   738   739   740   741   742   743   744   745   746   747   748