Page 110 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 20 APRIL 2021
P. 110

"Dalam rangka pelaksanaan kordinasi yang efektif antara pemerintah pusat dan daerah, maka
              Posko THR keagamaan 2021 tidak hanya dibentuk di tingkat pusat, kami juga minta kepada
              Pemprov dan Pemkot membentuk posko yang sama di Provinsi maupun di Kabupaten/Kota,"
              kata Ida di konferensi pers Senin (19/4/2021).

              Sebagaimana diketahui Kementerian Ketenagakerjaan baru saja launching Posko THR 2021 dan
              Call Center dengan nomor 1500-630 di kantor Kemnaker Jakarta pada Senin (19/4/2021).

              Ida menjelaskan Posko ini akan memberikan layanan kepada pekerja/buruh maupun pengusaha
              lewat 3 aspek utama yakni informasi seputar kebijakan dan peraturan THR keagamaan tahun
              2021, ada juga ruang konsultasi, serta pengaduan pelaksanaan THR 2021.

              Posko informasi, konsultasi dan pengaduan yang dibentuk di pusat dilakukan dengan 2 cara,
              baik secara luring dan daring.

              Ia berpesan bagi Pemprov maupun Pemda yang membuka Posko THR secara luring atau tatap
              muka harus dilaksanakan dengan mematuhi protokol kesehatan.

              "Saya  berpesan,  jika  dilakukan  secara  offline  untuk  tetap  mengikuti  protokol  kesehatan,"
              katanya.

              Kemnaker  juga  memberikan  layanan  secara  online  yang  bisa  diakses  melalui
              www.bantuan.kemnaker.go.id dan melalui call center 1500-630 yang sudah dapat diberlakukan
              mulai tanggal 20 April hingga 20 Mei 2021.
              "Keberadaan  Posko  THR  keagamaan  ini  merupakan  bentuk  fasilitasi  pemerintah  agar
              pekerja/buruh  mendapat  THR  keagamaan  benar-benar  bisa  dibayarkan  sesuai  ketentuan
              perundang-undangan," ujarnya.

              Ida berharap, Posko THR dapat berjalan sesuai dengan mekanisme dan ketentuan perundangan
              dengan tertib dan efektif, serta tercapai kesepakatan yang dapat memuaskan para pihak, yaitu
              pekerja/buruh dan pengusaha.

              Bagi pengusaha yang melakukan pelanggaran pelaksanaan THR Keagamaan 2021, ia meminta
              kepada  Gubernur,  Bupati,  dan  Wali  Kota  agar tidak  segan-segan  menjatuhkan  sanksi  sesuai
              dengan peraturan perundangan yang berlaku.

              Sebelumnya, Menaker Ida juga telah menerbitkan Surat Edaran (SE) Nomor M/6/HK.04/IV/2021
              tentang  Pelaksanaan  Pemberian  Tunjangan  Hari  Raya  (THR)  Keagamaan  Tahun  2021  bagi
              Pekerja/Buruh  di  Perusahaan  yang  mewajibkan  pengusaha  untuk  memberi  THR  Keagamaan
              secara penuh kepada pekerja/buruhnya pada H-7 Lebaran.




















                                                           109
   105   106   107   108   109   110   111   112   113   114   115