Page 112 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 20 APRIL 2021
P. 112

BURUH DAN PEKERJA HARAP TENANG, THR KEMUNGKINAN BESAR AMAN, BELUM
              ADA PERUSAHAAN YANG LAPOR TAK SANGGUP BAYAR THR
              Menteri  Ketenagakerjaan,  Ida  Fauziyah  mengungkapkan,  belum  ada  perusahaan  yang
              melaporkan tidak sanggup membayar Tunjangan Hari Raya (THR) keagamaan 2021 hingga hari
              ini. Ida sendiri telah menerbitkan aturan THR Lebaran 2021 dalam Surat Edaran (SE) Menteri
              Ketenagakerjaan Nomor M/6/HK.04/IV/2021 tentang Pelaksanaan Pemberian THR Keagamaan
              Tahun 2021 Bagi Pekerja atau Buruh di Perusahaan pada Senin (12/4/2021). "Sampai hari ini
              belum  ada  pengaduan  yang  masuk  terkait  dengan  ketidakmampuan  perusahaan  membayar
              THR," ujarnya dalam Launching Posko THR Tahun 2021, Senin (19/4/2021).

              Menurut  politisi  PKB  ini,  laporan  tersebut  biasanya  muncul  pada  minggu  kedua  atau  ketiga
              Ramadan, hingga batas akhir pelaporan, yakni H-7 Lebaran. Pasalnya, perusahaan yang tidak
              mampu membutuhkan waktu untuk melakukan dialog atau perundingan secara bipartit dengan
              pekerja/buruh.  "Biasanya  bisa  terbaca  aduannya  itu  pada  minggu  kedua  dan  minggu  ketiga
              (Ramadan) dan tentu saja sampai batas akhir pembayaran THR itu H-7," imbuhnya.

              Dalam  suratnya,  Ida  mewajibkan  pengusaha  membayar  THR  secara  penuh  kepada
              pekerja/buruh maksimal H-7 Lebaran. Namun, ia memberikan keringanan bagi perusahaan yang
              terdampak pandemi covid-19 untuk melakukan perundingan dengan buruh, sehingga pengusaha
              bisa mendapatkan kelonggaran waktu pembayaran THR sampai H-1 Lebaran.

              Bukti  perusahaan  tidak  mampu  membayar  THR,  lanjutnya,  harus  disampaikan  berdasarkan
              laporan keuangan internal perusahaan secara transparan. "Nah, hasil dari pembahasan bipartit
              tersebut itu dilaporkan pada Dinas Ketenagakerjaan setempat," ucapnya.

              Sesuai dengan aturan perundang-undangan, ia memastikan perusahaan yang melanggar aturan
              THR, maka akan mendapatkan sanksi administratif. Sementara itu, perusahaan yang terlambat
              membayar  THR  akan  dikenai  denda  sesuai  dengan  ketentuan  perundang-undangan.  "Denda
              tersebut digunakan untuk kepentingan kesejahteraan pekerja atau buruh," jelasnya.

              Aturan mengenai sanksi sendiri tertera dalam Peraturan Menteri Ketenagakerjaan (Permenaker)
              Nomor  6  Tahun  2016  tentang  Tunjangan  Hari Raya  Keagamaan  Bagi Pekerja  atau  Buruh  di
              Perusahaan.  Mengutip  aturan  itu  disebutkan  perusahaan  yang  terlambat  membayar  THR
              Keagamaan dikenai denda sebesar 5 persen.

              Dalam  hal  ini,  Ida  berharap  semua  pihak  terkait  mendukung  pelaksanaan  pembayaran  THR
              Lebaran 2021, termasuk para pemimpin di daerah. "Saya minta peran aktif gubernur, bupati
              walikota  untuk  melakukan  pengawasan  dan  menjatuhkan  sanksi  bagi  pengusaha  yang
              melakukan pelanggaran pelaksanaan THR 2021 sesuai dengan peraturan undang-undang yang
              berlaku," ucapnya.






















                                                           111
   107   108   109   110   111   112   113   114   115   116   117