Page 204 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 20 APRIL 2021
P. 204

Ringkasan

              Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) belum menerima laporan mengenai perusahaan yang
              tidak bisa memenuhi kewajiban membayar Tunjangan Hari Raya (THR) Keagamaan 2021. Di
              tahun ini THR harus dibayarkan secara penuh paling lambat H-7. "Sampai hari ini belum ada
              perusahaan yang tidak mampu (membayar THR 2021), karena biasanya bisa terbaca adanya itu
              pada minggu kedua dan minggu ketiga," kata Menteri Ketenagakerjaan ida Fauziyah dalam acara
              Launching Posko THR Tahun 2021 dan Call Center 1500-630, Senin (19/4/2021).



              MENAKER: BELUM ADA PERUSAHAAN YANG LAPOR TAK MAMPU BAYAR THR

              Jakarta  -  Kementerian  Ketenagakerjaan  (Kemnaker)  belum  menerima  laporan  mengenai
              perusahaan  yang  tidak  bisa  memenuhi  kewajiban  membayar  Tunjangan  Hari  Raya  (THR)
              Keagamaan 2021. Di tahun ini THR harus dibayarkan secara penuh paling lambat H-7.

              "Sampai  hari  ini  belum  ada  perusahaan  yang  tidak  mampu  (membayar  THR  2021),  karena
              biasanya  bisa  terbaca  adanya  itu  pada  minggu  kedua  dan  minggu  ketiga,"  kata  Menteri
              Ketenagakerjaan ida Fauziyah dalam acara Launching Posko THR Tahun 2021 dan Call Center
              1500-630, Senin (19/4/2021).

              Namun  memang,  saay  ini  baru  memasuki  awal  Ramadan.  Sehingga,  belum  ada  satu  pun
              perusahaan yang melaporkan kepada Dinas Ketenagakerjaan setempat atas ketidakmampuan
              dengan skema pembayaran THR di tahun ini.

              "Karena  biasanya  bisa  terbaca  adanya  (laporan)  itu  pada  minggu  kedua  dan  minggu  ketiga
              (Ramadan)," bebernya.

              Selain itu, tenggat waktu pembayaran THR Keagamaan di tahun ini juga dinilai masih cukup
              panjang. Yakni sampai dengan H-7 sesuai dengan ketentuan yang berlaku.

              "Jadi,  sampai  hari  ini  belum  ada  pengaduan  yang  masuk  terkait  dengan  ketidakmpuan
              perusahaan membayar THR," ujar dia menekankan.

              Reporter:  Sulaeman  Sumber:  Merdeka.com  Sebelumnya,  Menteri  Ketenagakerjaan,  Ida
              Fauziyah,  menerbitkan  Surat  Edaran  (SE)  Nomor  M/6/HK.04/IV/2021  tentang  Pelaksanaan
              Pemberian Tunjangan Hari Raya Keagamaan Tahun 2021 bagi Pekerja/Buruh di Perusahaan. SE
              Pelaksanaan THR ini ditujukan kepada para Gubernur di seluruh Indonesia.

              "Pemberian THR Keagamaan merupakan kewajiban yang harus dilaksanakan oleh pengusaha
              kepada pekerja/buruh. Pemberian THR Keagamaan bagi pekerja/buruh merupakan upaya untuk
              memenuhi kebutuhan pekerja/buruh dan keluarganya dalam merayakan hari raya keagamaan.
              Secara khusus, dalam masa pemulihan ekonomi ini, THR tentu dapat menstimulus konsumsi
              masyarakat yang mendorong pertumbuhan ekonomi," kata Menaker Ida di Jakarta, pada Virtual
              Konferensi Pers tentang THR Tahun 2021 di Jakarta, hari Senin (12/4/2021).

              Dalam surat edaran tersebut, Menaker Ida menyatakan bahwa SE pelaksanaan THR berdasarkan
              Peraturan  Pemerintah  Nomor  36  Tahun  2021  tentang  Pengupahan  dan  Peraturan  Menteri
              Ketenagakerjaan  Nomor  6  Tahun  2016  tentang  Tunjangan  Hari  Raya  Keagamaan  bagi
              Pekerja/Buruh di Perusahaan. Menaker Ida meminta perusahaan agar waktu pembayaran THR
              Keagamaan dilakukan paling lama 7 hari sebelum hari raya keagamaan.
              "Saya tekankan bahwa THR Keagamaan wajib dibayarkan paling lama 7 hari sebelum hari raya
              keagamaan pekerja/buruh yang bersangkutan," jelas Menaker Ida.



                                                           203
   199   200   201   202   203   204   205   206   207   208   209