Page 356 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 20 APRIL 2021
P. 356

DISNAKER JATIM AKAN BUKA POSKO THR, PASTIKAN PEKERJA DAPAT THR
              MAKSIMAL H-7
              SURYA.CO.ID, SURABAYA - Kepala Disnaker Jatim, Himawan Estu Bagijo menyebutkan, bahwa
              dalam waktu dekat Disnaker Jatim akan mendirikan posko pengaduan dan pengawasan terkait
              THR. Salah satunya tujuannya, yaitu sebagai perlindungan bagi pekerja Jatim bahwa seluruhnya
              mendapatkan THR sebagaimana haknya.

              "Insya  Allah  minggu  depan  kami  akan  dirikan  posko  THR.  Kami  buka  posko  sebagai  upaya
              perlindungan bagi rekan-rekan pekerja di Jatim," kata Himawan, Senin (19/4/2021).

              Dia  menegaskan,  pada  prinsipnya  THR  harus  dibayarkan  oleh  perusahaan  dan  pengusaha.
              Pasalnya THR menjadi hak pekerja yang harus dibayarkan maksimal H-7 sebelum lebaran Idul
              Fitri dan juga menjadi kewajiban pengusaha untuk membayarkan.

              "Prinsipnya  THR  harus  dibayar.  Kalau  ada  ketidakmampuan  maka  harus  dibicarakan  dengan
              pekerja. Makanya kami menbuka posko supaya cepat kami tahu kondisi THR di Jatim," tegasnya.

              Himawan menyebutkan, pengusaha harus jujur, khususnya dalam membuat laporan keuangan
              sebelum  mengeluarkan  THR.  Jangan  sampai  karena  kondisi  pandemi,  pengusaha  atau
              perusahaan memanipulasi laporangan keuangan mereka untuk menghindari pencairan THR.

              Bahkan  ada  kewajiban  perusahaan  yang  misalnya  tidak  mampu  membayarkan  THR  maka
              mereka harus membuat laporan keuangan yang disampaikan ke pekerja atau serikat pekerjanya.
              "Pengusaha harus jujur. Kalau tidak bisa bayar THR harus membuat laporan ya. Jika perlu ada
              audit eksternal untuk audit cash flow mereka. Itu kewajiban," tegasnya.

              Sesuai  pesan  Gubernur  Jawa  Timur,  Khofifah  Indar  Parawansa,  seluruh  pihak  baik  pekerja
              maupun perusahaan harus menjaga kondusivitas.

              Disnaker Jatim sudah membuat komitmen bersama pekerja Jatim agar tak sampai ada demo
              apalagi mogok kerja karena masalah THR. Semua harus dibicarakan dan mencapai kesepakatan.

              "Dan pesan kami, pandemi jangan dijadikan alasan tidak memberikan THR," pungkas Himawan.

              Di sisi lain, Ketua SPSI Jawa Timur, Ahmad Fauzi mengatakan bahwa pihaknya menyambut baik
              adanya  ketentuan  pemerintah  pusat  melalui  Kemenaker  terkait  THR  yang  harus  dibayarkan
              maksimal seminggu sebelum lebaran.

              "Kami menyambut baik, di mana dalam SE Menaker soal THR itu formula THR itu minimal satu
              kali upah," tegasnya.

              Ia  juga  sepakat,  bahwa  perusahaan  yang  mengeluhkan  tidak  bisa  mengeluarkan  THR  maka
              harus dinegosiasikan dengan pekerja.
              "Tapi kami harap seluruh perusahaan di Jatim harus sanggup melaksanaan SE Menaker soal
              THR," pungkasnya.













                                                           355
   351   352   353   354   355   356   357   358   359   360   361