Page 358 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 20 APRIL 2021
P. 358

Ringkasan

              Kepala  Disnaker  Jawa  Timur  Himawan  Estu  Bagijo  menyebutkan  bahwa  dalam  waktu  dekat
              Disnaker Jatim akan mendirikan posko pengaduan dan pengawasan terkait Tunjangan Hari Raya
              (THR). Salah satu tujuannya yaitu sebagai perlindungan bagi pekerja Jatim bahwa seluruhnya
              mendapatkan THR sebagaimana haknya.



              THR HARUS DIBAYARKAN MAKSIMAL H-7 SEBELUM IDUL FITRI, DISNAKER JATIM
              AKAN BUKA POSKO PENGADUAN THR

              SURYAMALANG.COM,  SURABAYA  -  Kepala  Disnaker  Jawa  Timur  Himawan  Estu  Bagijo
              menyebutkan bahwa dalam waktu dekat Disnaker Jatim akan mendirikan posko pengaduan dan
              pengawasan terkait Tunjangan Hari Raya (THR).
              Salah  satu  tujuannya  yaitu  sebagai  perlindungan  bagi  pekerja  Jatim  bahwa  seluruhnya
              mendapatkan THR sebagaimana haknya.

              "Insya  Allah  minggu  depan  kita  akan  dirikan  posko  THR."  "Kita  buka  posko  sebagai  upaya
              perlindungan bagi rekan-rekan pekerja di Jatim," kata Himawan, Senin (19/4/2021).

              Dia menegaskan pada prinsipnya THR harus dibayarkan oleh perusahaan dan pengusaha.
              Pasalnya THR menjadi hak pekerja yang harus dibayarkan maksimal H-7 sebelum lebaran Idul
              Fitri, dan juga menjadi kewajiban pengusaha untuk membayarkan.

              "Prinsipnya THR harus dibayar. Kalau ada ketidak-mampuan maka harus dibicarakan dengan
              pekerja." "Makanya kita menbuka posko supaya cepat kita tahu kondisi THR di Jatim," tegasnya.

              Himawan menyebutkan, pengusaha harus jujur, khususnya dalam membuat laporan keuangan
              sebelum  mengeluarkan  THR.  Jangan  sampai  karena  kondisi  pandemi,  pengusaha  atau
              perusahaan memanipulasi laporan keuangan mereka untuk menghindari pencairan THR.

              Bahkan  ada  kewajiban  perusahaan  yang  misalnya  tidak  mampu  membayarkan  THR  maka
              mereka harus membuat laporan keuangan yang disampaikan ke pekerja atau serikat pekerjanya.
              "Pengusaha harus jujur. Kalau tidak bisa bayar THR harus membuat laporan ya." "Jika perlu ada
              audit eksternal untuk audit cash flow mereka. Itu kewajiban," tegasnya.

              Sesuai  pesan  Gubernur  Jawa  Timur  Khofifah  Indar  Parawansa,  seluruh  pihak  baik  pekerja
              maupun perusahaan harus menjaga kondusivitas.

              Disnaker Jatim sudah membuat komitmen bersama pekerja Jatim agar tak sampai ada demo
              apalagi mogok kerja karena masalah THR.

              Semua harus dibicarakan dan mencapai kesepakatan.

              "Dan pesan kita, pandemi jangan dijadikan alasan tidak memberikan THR," pungkas Himawan.

              Di sisi lain Ketua SPSI Jawa Timur Ahmad Fauzi mengatakan bahwa pihaknya menyambut baik
              adanya  ketentuan  pemerintah  pusat  melalui  Kemenaker  terkait  THR  yang  harus  dibayarkan
              maksimal seminggu sebelum lebaran.

              "Kita menyambut baik, di mana dalam SE Menaker soal THR itu formula THR itu minimal satu
              kali upah," tegasnya.



                                                           357
   353   354   355   356   357   358   359   360   361   362   363