Page 371 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 20 APRIL 2021
P. 371

Belum lagi sebelum pandemi beberapa aturan yang disusun dalam negeri tidak bersambut baik
              dengan negara tujuan pekerja migran mencari rezeki. Hal ini membuat penempatan pekerja
              migran Indonesia hanya 15% dari tahun sebelum pandemi.

              "Sejak pandemi penempatan pekerja migran Indonesia menurun drastis. Ditambahkan kemudian
              aturan dalam negeri yang kita susun belum disambut baik oleh negara penempatan pekerja
              migran," kata Yulisa dalam keterangannya, Senin (19/4/2021).

              Yulisa Baramuli meminta Badan Pekerja Migran Indonesia dan Kementerian Ketenagakerjaan
              untuk responsif dengan setiap perkembangan terkait penempatan pekerja migran di luar negeri.
              Hal ini mengingat sejumlah negara sudah membuka diri untuk pekerja migran, namun pekerja
              Indonesia belum bisa masuk.

              "Bagi  negara  yang  penempatannya  sudah  dibuka,  Badan  Pekerja  Migran  Indonesia  dan
              Kemnaker,  sebaiknya  langsung  membuat  langkah  agar  para  pekerja  kita  bisa  ditempatkan.
              Seperti Hongkong dan Taiwan. Jangan sampai kita tidak bisa menempatkan, sementara negara
              lain yang jadi pesaing kita bisa. Contohnya sekarang Filipina sudah mulai melakukan penempatan
              di Taiwan". Kata Yulisa.

              Jika  proses  penempatan  migran  terhambat  persoalan  Covid  19,  Yulisa  meminta  pemerintah
              memberi  perhatian  dengan  mengalokasikan  vaksin  bagi  tenaga  kerja  yang  akan  berangkat.
              Namun  jika  hambatannya  terdapat  pada  peraturan,  Yulisa  meminta  dilakukan  peninjauan
              kembali. "Agar tidak merugikan semua pihak," katanya.

              Sumber: BeritaSatu.com.













































                                                           370
   366   367   368   369   370   371   372   373   374   375   376