Page 374 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 20 APRIL 2021
P. 374
Ringkasan
Pemerintah diminta turut memprioritaskan vaksinasi terhadap sejumlah pekerja migran. Sebagai,
upaya antisipasi saat keran penerimaan pekerja migran di sejumlah negara dibuka saat Pandemi
Covid-19. Demikian dikatakan Ketua DPP Partai NasDem bidang Migran Yulisa Baramuli. Ia
mengatakan jika persoalannya Covid 19, ada baiknya pemerintah memberi perhatian bagi tenaga
kerja yang akan berangkat di vaksin terlebih dahulu.
PEMERINTAH DIMINTA PRIORITASKAN VAKSINASI KE PEKERJA MIGRAN
Pemerintah diminta turut memprioritaskan vaksinasi terhadap sejumlah pekerja migran. Sebagai,
upaya antisipasi saat keran penerimaan pekerja migran di sejumlah negara dibuka saat Pandemi
Covid-19. Demikian dikatakan Ketua DPP Partai NasDem bidang Migran Yulisa Baramuli. Ia
mengatakan jika persoalannya Covid 19, ada baiknya pemerintah memberi perhatian bagi tenaga
kerja yang akan berangkat di vaksin terlebih dahulu.
Namun, jika masalahnya di peraturan perlu dilakukan peninjauan kembali agar tidak merugikan
semua pihak. Ia menambahkan melihat persoalan ini membutuhkan kerja bersama seluruh
stakeholders. "Sejak pandemi penempatan pekerja migran Indonesia menurun drastis.
Ditambahkan kemudian aturan dalam negeri yang kita susun belum disambut baik oleh negara
penempatan pekerja migran," katanya, Senin (19/4).
Lebih lanjut Yulisa Baramuli melihat ada beberapa negara yang sudah dibuka untuk pekerja
migran tetapi pekerja Indonesia belum bisa masuk.
"Bagi negara yang penempatan sudah dibuka Badan Pekerja Migran Indonesia dan Kemenaker,
sebaiknya langsung membuat langkah agar para pekerja kita bisa ditempatkan. Seperti
Hongkong dan Taiwan. Jangan sampai kita enggak bisa menempatkan sementara negara lain
yang jadi pesaing kita bisa. Contohnya sekarang Filipina sudah mulai melakukan penempatan di
Taiwan," kata Yulisa 74.000 Pekerja Migran Dipulangkan selama Pandemi lewat Kepri Gubernur
Provinsi Kepri Ansar Ahmad mengatakan selama pandemi Covid-19 sudah ada 74 ribu lebih
pekerja migran Indonesia (PMI) dari Malaysia dan Singapura yang dipulangkan melalui melalui
pintu masuk di daerah tersebut.
"Selama Januari-April 2021, ada 11 ribu lebih PMI khusus dari Malaysia dipulangkan melalui
Kepri," kata Ansar Ahmad di Tanjungpinang, Minggu.
Menurut Ansar, PMI ini dipulangkan karena habis masa kontrak kerja dan imbas lockdown akibat
pandemi Covid-19 di negara tetangga tersebut. Ironinya menurut Gubernur, pemulangan PMI
itu jadi salah satu pemicu fluktuasi pertumbuhan kasus Covid-19 di wilayah Kepri. "Sekitar 20
persen kasus Covid-19 dipicu klaster PMI," ujar Ansar.
Oleh karena itu, Ansar mengharapkan Pemerintah Pusat memberi perhatian khusus sekaligus
mencari solusi terkait pemulangan para PMI tersebut. Karena, menurutnya, Pemda Kepri saat ini
sedang berjuang membuka pintu masuk wisman dalam rangka pemulihan ekonomi dampak dari
pandemi Covid-19.
Selain itu, Pemda Kepri harus mengendalikan laju pertumbuhan angka Covid-19 dengan berbagai
upaya dan kerja keras bersama seluruh stakeholder terkait. "Kami segera rapat dengan
kementerian terkait, guna membicarakan permasalahan PMI ini," tuturnya.
Menaker Minta Pekerja Migran Indonesia Tunda Mudik Lebaran 2021 Sementara itu, Menteri
Ketenagakerjaan (Menaker) Ida Fauziyah meminta para pekerja migran Indonesia (PMI) yang
sedang berada di negara-negara penempatan untuk menunda mudik pada Lebaran tahun ini.
373

