Page 379 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 20 APRIL 2021
P. 379

1442 Hijriah bagi Pekerja/Buruh dan Pekerja Migran Indonesia (PMI) dalam Upaya Pengendalian
              Penyebaran Corona Virus Disease 2019 (Covid-19).
              "Mengimbau  kepada  Pekerja/Buruh  swasta  dan  Pekerja  Migran  Indonesia  (PMI)  untuk  tidak
              melakukan perjalanan mudik Hari Raya Idul Fitri Tahun 1442 Hijriah pada tanggal 6 Mei sampai
              dengan 17 Mei 2021," ujarnya dalam keterangannya, Senin (19/4).

              Ia mengampaikan, aturan ini ditujukan kepada Gubernur di Seluruh Indonesia, Kepala Perwakilan
              Republik  Indonesia,  Kepala  Badan  Pekerja  Migran  Indonesia,  dan  Penanggung  Jawab
              Perusahaan Penempataan Pekerja Migran Indonesia.

              Ida melanjutkan, penerbitan SE ini dalam rangka mencegah dan memutus mata rantai Covid-19
              yang berpotensi meningkat karena mobilitas masyarakat, khususnya pekerja/buruh swasta dan
              PMI.

              Selain itu, surat edaran tersebut juga merupakan tindak lanjut atas Surat Edaran Satuan Tugas
              Penanganan Covid-19 Nomor 13 Tahun 2021 tanggal 7 April 2021 tentang Peniadaan Mudik Hari
              Raya Idul Fitri Tahun 1442 Hijriah dan Upaya Pengendalian Penyebaran Corona Virus Disease
              2019 (Covid-19) selama Bulan Suci Ramadhan 1442 Hijriah.

              Namun demikian, kegiatan mudik diperbolehkan bagi pekerja yang mengalami kondisi darurat.
              Keadaan yang dimaksud, antara lain mudik yang dikarenakan keluarga sakit, anggota keluarga
              meninggal,  kondisi  hamil  yang  didampingi  satu  orang  anggota  keluarga,  atau  kepentingan
              persalinan dengan didampingi maksimal dua orang.

              "Pekerja atau buruh yang terpaksa mudik karena kondisi darurat diwajibkan untuk melampirkan
              print out surat izin keluar masuk (SIKM). Adapun SIKM bagi para pekerja/buruh swasta berupa
              surat  izin  tertulis  dari  perusahaan  yang  dilengkapi  tanda  tangan  basah/elektronik  pimpinan
              perusahaan serta identitas pekerja atau buruh," ungkapnya.

              Sementara itu, PMI dapat melampirkan surat izin tertulis dari Atase Ketenagakerjaan atau Staf
              Teknis Ketenagakerjaan atau pejabat dinas luar negeri yang ditunjuk oleh Kepala Perwakilan
              Republik  Indonesia  yang  dilengkapi  tanda  tangan  basah  atau  elektronik  dari  dari  Atase
              Ketenagakerjaan atau Staf Teknis Ketenagakerjaan atau pejabat dinas luar negeri.

              "Pelaksana Penempatan Pekerja Migran Indonesia (P3MI) agar memfasilitasi kepulangan PMI
              yang mengalami kondisi darurat untuk mudik, dari debarkasi ke daerah asal," ungkapnya.

              .


























                                                           378
   374   375   376   377   378   379   380   381   382   383   384