Page 412 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 20 APRIL 2021
P. 412

PENGUSAHA WAJIB BAYAR THR H-7 LEBARAN

              PANGKALPINANG, www.wowbabel.com -- Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu
              Pintu (DPMPTSP) dan Tenaga Kerja Kota Pangkalpinang telah membuka posko pengaduan bagi
              pekerja soal pemberian Tunjangan Hari Raya (THR) Kegamaan Tahun 2021.

              Posko pengaduan terkait persoalan tunjangan hari raya atau THR ini dibuka di Kantor Disnaker
              Pangkalpinang, di Jalan Raskunda, Girimaya.

              "Posko untuk pengaduan THR kami sudah buka sampai dengan H+12 setelah lebaran. Kami
              buka setiap hari pada jam kerja dan ada yang bertugas di posko," kata Kepala DPMPTSP dan
              Tenaga  Kerja  Kota  Pangkalpinang,  Yan  Rizana  melalui  Kabid  Disnaker  Amrah  Sakti,  Senin
              (19/4/2021).

              Menurut  Amrah,  pengaduan  masyarakat  akan  berdatangan  pada  hari  minus  tujuh  sebelum
              lebaran dan hari berikutnya. Pasalnya, batas pembayaran THR ditetapkan pada H-7 sebelum hari
              raya keagamaan.

              "Biasanya  munculnya  pengaduan  perselisihan  itu  di  tujuh  hari  sebelum  dan  setelah  lebaran.
              Karena batas pembayaran THR itu H-7 sebelum hari raya keagamaan," katanya Selain itu, THR
              keagamaan tahun ini wajib diberikan paling lambat tujuh hari sebelum hari raya keagamaan atau
              tidak dengan dicicil seperti tahun sebelumnya.

              "Karena tentang cara pembayaran THR tahun ini berbeda dengan tahun sebelumnya, tahun lalu
              boleh dicicil namun sekarang harus sesuai ketetapan dan paling lambat H-7 sebelum hari raya
              keagamaan," kata dia.

              Dijelaskannya, ketetapan tersebut tertuang dalam Surat Edaran (SE) Menteri Ketenagakerjaan
              No.  M/6/HK.04/IV/2021  tentang  Pelaksanaan  Pemberian  Tunjangan  Hari  Raya  Keagamaan
              Tahun 2021 bagi pekerja atau buruh di perusahaan.

              "Dari  surat  edaran  ini  ada  tiga  poin  tentang  pembayaran  THR.  Pertama,  THR  itu  di  dibayar
              kepada  seluruh  pekerja  yang  bekerja  di  perusahaan  dengan  persyaratan  atau  kriteria  bagi
              pekerja masa kerja satu bulan kerja terus menerus atau lebih," kata Amrah.

              "Pekerja  atau  buruh  yang  mempunyai  hubungan  kerja  dengan  pengusaha  berdasarkan
              perjanjian kerja waktu tidak tertentu atau perjanjian kerja waktu tertentu," katanya.

              Adapun dalam surat edaran ini, dijelaskan Amrah, juga diatur tentang bagi perusahaan yang
              terdampak atau yang masih terdampak akibat COVID-19, maka perusahaan harus merundingkan
              lagi tentang cara pembayaran dengan karyawannya.

              "Harus sepakat, dan waktunya tujuh hari sebelum lebaran," katanya.

              Untuk  pengenaan  sanksi  yakni  ada  dua,  yaitu  yang  pertama  sanksi  diberikan  kepada  pihak
              perusahaan dan sanksi kepada pengusaha.
              "Sanksi itu dapat berupa mulai dari pidana sampai dengan administratif bagi perusahaan," kata
              Amrah. (hdd/wb)











                                                           411
   407   408   409   410   411   412   413   414   415   416   417