Page 459 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 20 APRIL 2021
P. 459
yang berangkat masih 55 orang, sedangkan yang pulang hanya 26 orang. Data di tahun yang
mengalami pandemi itu, jauh lebih sedikit jika dibandingkan tahun sebelumnya. Di tahun 2019,
jumlah PMI berangkat mencapai 5.751 orang. Sementara yang pulang ada 2.445 orang.
"Ponorogo itu salah satu kantong PMI di Jatim, jadi sebelum pandemi orang yang berangkat
maupun pulang jumlahnya cukup banyak," katanya.
Bedianto menyebut di masa pandemi ini sebenarnya setiap hari ada PMI yang harus pulang.
Namun, saking sulitnya ke berangkat maupun pulang, ada PMI yang habis kontraknya tidak jadi
pulang dan menandatangani kontrak baru. Kalaupun ada yang pulang, harus dengan catatan
terbebas dari virus corona.
Sebelum pulang, harus menjalani karantina dulu. Pemulangan PMI pun saat ini terpusat lewat
bandara Soekarno-Hatta Jakarta. Setelah sampai di bandara, PMI juga masih menjalani karantina
di wisma atlet. Kemudian baru dipulangkan ke daerah asal PMI tersebut.
"Sampai rumah harus diawasi oleh satgas Covid-19 setempat, sampai mereka betul-betul
dinyatakan aman dari corona," katanya.
Bedianto bersyukur selama pandemi ini, belum ada PMI asal Ponorogo dalam proses
pemulangannya terjangkit virus Covid-19. Meski tidak sebanyak dulu, PMI asal Ponorogo yang
berangkat ke luar negeri saat pandemi juga masih ada. Namun, Ia menggarisbawahi bahwa yang
berangkat itu biasanya merupakan warga yang dulunya sudah pernah bekerja di luarnegeri.
"Istilahnya calling visa bagi eks PMI yang kami layani. Dengan negara tujuan Hongkong dan
Taiwan. Namun, akhir-akhir ini juga melayani untuk PMI tujuan Korea Selatan," katanya.
Besar kemungkinan untuk lebaran tahun ini, juga tidak ada PMI yang pulang ke Indonesia untuk
mudik. Sebab, akhir-akhir ini, Menteri Tenaga Kerja (Menaker) Ida Fauziyah memghimbau para
PMI untuk tidak mudik saat lebaran. Kebijakan itu dilakukan untuk menindaklanjuti larangan
mudik dari Pemerintah Pusat.
[end/but].
458

