Page 455 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 20 APRIL 2021
P. 455

PEMERINTAH MINTA SERIKAT PEKERJA DAN BURUH TERLIBAT DI POSKO THR

              VIVA - Menteri Ketenagakerjaan Ida Fauziyah mengungkapkan adanya perbedaan komponen
              dari pembentukan pos komando (posko) tunjangan hari raya atau THR keagamaan tahun ini
              dengan tahun-tahun sebelumnya.

              Pada 2021, Ida mengatakan, posko THR 2021 tidak hanya berisikan komponen internal dari
              Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) melainkan melibatkan unsur perwakilan dari serikat
              pekerja atau buruh dan asosiasi para pengusaha.

              "Yang selama ini sudah masuk tim kerja atau di dewan pengupahan nasional. Ini yang beda
              posko  tahun  ini  dibanding  tahun  lalu,  kami  ingin  betul-betul  libatkan  stakeholder  di
              ketenagakerjaan," tegas Ida saat konferensi pers, Senin, 19 April 2021.

              Ida menjelaskan, unsur dari serikat pekerja dan asosiasi pengusaha harus masuk ke dalam posko
              tersebut karena akan juga menjadi tim pemantau posko. Dengan demikian, persoalan THR 2021
              diharapkannya dapat cepat diselesaikan.

              "Kami sangat berharap memantau jalannya posko pelaksanaan THR Keagamaan 2021 sekaligus
              beri saran, masukan ke tim posko mengenai pelaksana tugas Posko THR 2021. Jadi kami sangat
              terbuka diawasi teman-teman serikat pekerja dan buruh maupun pengusaha," paparnya.

              Keberadaan posko ini, ditekankannya merupakan bentuk fasilitasi yang diberikan pemerintah
              agar pekerja atau buruh bisa mendapatkan THR Keagamaan betul-betul sesuai dengan yang
              telah ditetapkan dalam peraturan perundang-undangan.

              "Dengan adanya posko ini diharapkan THR 2021 dapat berjalan sesuai dengan mekanisme dan
              ketentuan  perundang-undangan,  dapat  dilaksanakan  dengan  tertib,  efekti  dan  tercapai
              kesepatan yang memuaskan kedua belah pihak," ujar Ida.
              Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) Ida Fauziyah telah menetapkan Surat Edaran (SE) Nomor
              M/6/HK.04/IV/2021 untuk meminta para pengusaha agar membayar tunjangan hari raya (THR)
              Idul Fitri 2021 dibayar penuh dan tepat waktu.

              Bagi  perusahaan  yang  secara  keuangan  masih  terdampak  Pandemi  COVID-19  dan  berakibat
              tidak mampu memberikan THR 2021 sesuai waktu yang ditentukan, Ida membolehkan mereka
              untuk mencicil namun dengan tenggat waktu yang juga ditentukan.

              "Dengan syarat paling lambat dibayar sebelum hari raya keagamaan 2021 yang berdasarkan
              laporan keuangan internal perusahaan yang transparan," kata Ida saat konferensi pers, Senin,
              12 April 2021.

              Bagi perusahaan yang tidak mampu tersebut juga diwajibkan untuk melakukan dialog dengan
              pekerja atau buruh untuk mencapai kesepakatan yang dilaksanakan secara kekeluargaan disertai
              itikad baik.

              Hasil  dari  dialog  yang  telah  menjadi  kesepakatan,  dimintanya  untuk  dibuat  secara  tertulis
              mengenai waktu pembayaran THR dengan syarat paling lambat dibayar sebelum hari raya Idul
              FItri 2021.

              "Kesepakatan ini tidak menghilangkan kewajiban pengusaha untuk membayar THR Keagamaan
              Tahun 2021 kepada pekerja atau buruh dengan besaran sesuai ketentuan peraturan perundang-
              undangan," tegas Ida.




                                                           454
   450   451   452   453   454   455   456   457   458   459   460