Page 451 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 20 APRIL 2021
P. 451
KADIN JAWA TIMUR MINTA KEWAJIBAN PEMBAYARAN THR BISA FLEKSIBEL
SURABAYA - Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Jawa Timur (Jatim) berharap agar kewajiban
pemberian Tunjangan Hari Raya (THR) diberlakukan secara fleksibel. Sebab, kondisi di setiap
perusahaan berbeda-beda. "Kebijakan yang lebih fleksibel ini lebih tepatnya diberikan bagi usaha
skala mikro kecil menengah (UMKM) yang saat ini kondisinya belum maksimal. Ini akibat
berbagai aturan pembatasan kegiatan untuk mencegah penyebaran COVID-19," kata Ketua
Kadin Jatim Adik Dwi Putranto, Senin (19/4/2021).
Pihaknya meminta agar pemerintah, pengusaha maupun para tenaga kerja agar saling
memahami kondisi akibat pandemi. "Dengan kebijakan PSBB dan PPKM tentunya produksi juga
belum maksimal. Kalau pengusaha melanggar aturan pembatasan itu tentu bisa dikenakan
sanksi. Maka, diharapkan ada kebijakan kewajiban THR yang fleksibel bagi usaha yang belum
normal produksinya," pintanya.
Menurutnya, jika sebuah perusahaan yang selama ini sudah berjalan normal atau perusahaan
skala sedang dan besar, maka pemberian THR secara penuh kepada karyawan memang wajib
diberikan. "Namun bagi usaha yang masih terseok-seok di tengah himpitan ekonomi diharapkan
ada kelonggaran. Bagi perusahaan yang mampu memberikan THR penuh, tolong berikan hak
karyawan," ujarnya.
Menurut Adik, Kadin pusat maupun Jatim mendukung keinginan pemerintah agar pengusaha
memberikan THR kepada karyawan secara penuh karena merupakan hak pekerja. "Kami sudah
menyampaikan kepada seluruh anggota pengusaha agar THR diberikan kepada karyawan karena
THR itu memang kewajiban pengusaha," tandasnya.
Sebelumnya, Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa mengingatkan perusahaan agar tidak
mencicil pembayaran THR para pekerjanya menjelang Lebaran 2021. Orang nomor satu di Jatim
itu juga meminta agar THR dibayar penuh. "Ini menjelang ramadan, setelah itu kita akan masuk
pada Lebaran Idul Fitri. Maka THR tolong jangan dicicil. Pesan ini menurut saya berseiring
dengan sinergitas dari seluruh sektor ketenagakerjaan yang hari ini membutuhkan ruang yang
tetap harus terkawal supaya tetap kondusif dan seterusnya," kata Khofifah.
(boy).
450

