Page 456 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 20 APRIL 2021
P. 456
Judul Penempatan Pekerja Migran Menurun, Pemerintah Butuh Stakeholders
Nama Media rri.co.id
Newstrend Perlindungan PMI
Halaman/URL https://rri.co.id/jakarta/nama-peristiwa/1028128/penempatan-pekerja-
migran-menurun-pemerintah-butuh-stakeholders
Jurnalis Noviana Geby
Tanggal 2021-04-19 08:44:00
Ukuran 0
Warna Warna
AD Value Rp 10.000.000
News Value Rp 30.000.000
Kategori Ditjen Binapenta
Layanan Korporasi
Sentimen Positif
Narasumber
negative - Yulisa Baramuli (Ketua DPP Partai NasDem Bidang Migran) Sejak pandemi
penempatan pekerja migran Indonesia menurun drastis. Ditambahkan kemudian aturan dalam
negeri yang kita susun belum disambut baik oleh negara penempatan pekerja migran
positive - Yulisa Baramuli (Ketua DPP Partai NasDem Bidang Migran) Bagi negara yang
penempatan sudah dibuka Badan Pekerja Migran Indonesia dan Kemenaker, sebaiknya langsung
membuat langkah agar para pekerja kita bisa ditempatkan. Seperti Hongkong dan Taiwan.
Jangan sampai kita ga bisa menempatkan sementara negara lain yang jadi pesaing kita bisa.
Contohnya sekarang Filipina sudah mulai melakukan penempatan di Taiwan
Ringkasan
Ketua DPP Partai NasDem bidang Migran, Yulisa Baramuli mengatakan pemerintah
membutuhkan kerja bersama dengan stakeholders untuk penempatan pekerja migran Indonesia.
Dimana setelah setahun lebih pandemi Covid-19 menghantam ekonomi dunia, banyak negara
menutup diri dengan tidak membuka sama sekali akses warga negara lain.
PENEMPATAN PEKERJA MIGRAN MENURUN, PEMERINTAH BUTUH STAKEHOLDERS
Jakarta : Ketua DPP Partai NasDem bidang Migran, Yulisa Baramuli mengatakan pemerintah
membutuhkan kerja bersama dengan stakeholders untuk penempatan pekerja migran Indonesia.
Dimana setelah setahun lebih pandemi Covid-19 menghantam ekonomi dunia, banyak negara
menutup diri dengan tidak membuka sama sekali akses warga negara lain.
"Sejak pandemi penempatan pekerja migran Indonesia menurun drastis. Ditambahkan kemudian
aturan dalam negeri yang kita susun belum disambut baik oleh negara penempatan pekerja
migran," kata Yulisa di Jakarta, Minggu (18/4/2021).
Lebih lanjut Yulisa Baramuli melihat ada beberapa negara yang sudah dibuka untuk pekerja
migran tetapi pekerja Indonesia belum bisa masuk.
455

