Page 453 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 20 APRIL 2021
P. 453

BPJS KESEHATAN DIMINTA PERCEPAT INTEGRASI DATA KEPESERTAAN PROGRAM
              JKP
              BPJS Kesehatan mempercepat integrasi data kepesertaan untuk Program Jaminan Kehilangan
              Pekerjaan (JKP) sehingga nantinya program tersebut dapat berjalan secara optimal dan tepat
              sasaran.

              “Dalam persiapan pelaksanaan program JKP, dibutuhkan sinergi yang intens antara Kementerian
              Ketenagakerjaan dengan BPJS Kesehatan. Salah satu yang menjadi fokus adalah integrasi data
              kepesertaan  antara  BPJS  Kesehatan  dengan  BPJS  Ketenagakerjaan  yang  kemudian
              diintegrasikan  dengan  Sisnaker  [Sistem  Informasi  Ketenagakerjaan],”  ujar  Menteri
              Ketenagakerjaan Ida Fauziyah saat menerima Direksi BPJS Kesehatan di Kantor Kementerian
              Ketenagakerjaan (Kemnaker), belum lama ini.

              Proses  integrasi  data  kepesertaan  pekerja  yang  termasuk  dalam  program  JKP  antara  BPJS
              Kesehatan  dengan  BPJS  Ketenagakerjaan,  kata  Menaker  hanya  diberi  waktu  enam  bulan.
              Dengan integrasi data ini, dimungkinkan adanya peningkatan atau penurunan jumlah peserta
              yang masuk ke dalam Program JKP.

              “Oleh  karena  itu,  pemerintah  terus  melakukan  kolaborasi  dengan  berbagai  pihak  dalam
              persiapan  pelaksanaan  JKP  ini.  Kita  terus  melakukan  sinergi dengan  BPJS  Kesehatan  karena
              penerima Program JKP adalah mereka yang menjadi peserta Jaminan Kesehatan Nasional (JKN),”
              terangnya.

              Menaker menuturkan JKP merupakan salah satu bentuk perlindungan pemerintah bagi pekerja
              yang  terkena  Pemutusan  Hubungan  Kerja  (PHK).  Adapun  bentuk  manfaat  bagi  penerima
              program ini adalah berupa uang tunai, akses informasi pasar kerja, dan pelatihan kerja. “Yang
              pasti, agar Program JKP dapat berjalan optimal dan tepat sasaran, kita harus mengintegrasikan
              data kepesertaan dari BPJS Ketenagakerjaan, BPJS Kesehatan, dan Sisnaker,” kata Menaker Ida.

              Sebelumnya,  Menaker  juga  telah  bertemu  dengan  Dewan  Pengawas  dan  Direksi  BPJS
              Ketenagakerjaan  beberapa  waktu  lalu.  Dalam  pertemuan  Ida  juga  menekankan  pentingnya
              dilakukan percepatan integrasi data Sisnaker dengan BPJS Ketenagakerjaan untuk menjalankan
              Program JKP.

              Dalam pertemuan kali ini, Direktur Utama (Dirut) BPJS Kesehatan Ali Ghufron Mukti mengatakan,
              pihaknya akan segera menindaklanjuti sinkronisasi data kepesertaan yang telah disampaikan
              Menaker, terutama dalam persiapan pelaksanaan Program JKP. “Dengan senang hati nanti kita
              bentuk tim untuk lebih teknis, untuk bisa menyelesaikan beberapa hal, termasuk kepesertaan
              program JKP,” ujar Ali Ghufron.

              Dikemukan Dirut BPJS Ketenagakerjaan, selama ini Program JKN-KIS belum sepenuhnya berjalan
              sebagaimana mestinya, terutama masih sering ditemui ketidakpatuhan dari badan usaha atau
              pemberi  kerja  dalam  memberikan  jaminan  kesehatan  bagi  pekerjanya.  Ketidakapatuhan  dari
              badan usaha, yang antara lain dalam hal pendaftaran dan penerimaan piutang, berdampak pada
              produktivitas dan produksi badan usaha, dan akhirnya berdampak pada JKN-KIS.














                                                           452
   448   449   450   451   452   453   454   455   456   457   458