Page 86 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 20 APRIL 2021
P. 86

Berikut ini Limapagi himpun sejumlah poin-poin penting yang dikeluarkan pemerintah terkait
              pelaksanaan pembayaran THR keagamaan 2021.
              Pengusaha  Wajib  Bayar  THR  Penuh  Tanpa  Dicicil  Menteri  Koordinator  (Menko)  Bidang
              Perekonomian, Airlangga Hartarto, secara khusus meminta komitmen pengusaha menjelang Hari
              Raya Lebaran untuk membayar Tunjangan Hari Raya (THR) secara penuh, tidak dicicil.

              Hal ini dikarenakan pemerintah sudah memberikan dukungan dalam berbagai bentuk.

              "Tahun lalu THR dicicil, saya minta tahun ini dibayar secara penuh. Kita harus komitmen," tegas
              Airlangga dalam keterangannya, pada Kamis, 1 April 2021.

              THR bagi  Pekerja  Wajib  Diberikan  Maksimal  H-7  Lebaran  Seperti  yang tertuang dalam  surat
              edaran tersebut, Ida menyebutkan, bagi perusahaan diharuskan membayar THR dilakukan paling
              lama tujuh hari sebelum hari raya keagamaan tiba. Menurut Ida, pelaksanaan tersebut sudah
              sesuai dengan Peraturan Pemerintah Nomor 36 Tahun 2021 tentang Pengupahan dan Peraturan
              Menteri Ketenagakerjaan Nomor 6 Tahun 2016 tentang Tunjangan Hari Raya Keagamaan bagi
              Pekerja/Buruh di Perusahaan.

              "Saya tekankan bahwa THR Keagamaan wajib dibayarkan paling lama 7 hari sebelum hari raya
              keagamaan pekerja/buruh yang bersangkutan," tegasnya.

              Sanksi Tegas Perusahaan yang Lalai Bayar THR Menteri Ketenagakerjaan Ida Fauziyah dalam
              keterangannya pada Senin, 19 April 2021, meminta kepada setiap Gubernur, Bupati, dan Wali
              Kota  agar  tidak  segan-segan  untuk  menjatuhkan  sanksi  bagi  pengusaha  yang  melakukan
              pelanggaran pelaksanaan THR Keagamaan 2021, sesuai dengan peraturan perundangan yang
              berlaku.

              Membuka Posko THR 2021 Menaker Ida Fauziyah meresmikan Pos Komando (Posko) Tunjangan
              Hari Raya (THR) 2021. Tujuan utama pembuatan Posko THR, menurut Ida, untuk memberikan
              pelayanan, konsultasi, atau pengaduan terkait pelaksanaan pembayaran THR.

              "Keberadaan  Posko  THR  Keagamaan  ini  merupakan  bentuk  fasilitasi  pemerintah  agar  hak
              pekerja/buruh  untuk  mendapatkan  THR  Keagamaan  benar-benar  bisa  dibayarkan  sesuai
              ketentuan yang ada," kata Ida dalam keterangannya di Jakarta, Senin, 19 April 2021.

              Ida  menjelaskan,  pelayanan  yang  ditujukan  bagi  pekerja  atau  buruh,  pengusaha,  maupun
              masyarakat umum, dapat dilakukan dengan dua cara, yakni melalui offline atau langsung datang
              ke Posko THR yang berada di Ruang Pelayanan Terpadu Satu Atap (PTSA) Kemnaker di Jalan
              Gatot Subroto Kav. 51 Gedung B Lantai 1 Jakarta Selatan.

              Kemudian,     yang    kedua    melalui    sarana    daring    dapat    diakses   di    laman
              www.bantuan.kemnaker.go.id atau menghubungi langsung call center 1500 630.



















                                                           85
   81   82   83   84   85   86   87   88   89   90   91