Page 367 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 28 APRIL 2021
P. 367

DISNAKERTRANS JAWA TIMUR BUKA 55 POSKO PENGADUAN THR

              SURABAYA - Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Provinsi Jawa Timur (Disnakertrans Jatim)
              mendirikan 55 titik posko pengaduan Tunjangan Hari Raya (THR). Baik di 16 Balai Latihan Kerja
              (BLK), Kantor Disnakertrans Jatim, juga kantor Disnaker Kabupaten/Kota di Jatim.

              "Dari 55 posko itu, ada 38 posko yang ada di Kabupaten/kota dan 17 posko yang dibentuk
              Disnakertrans Jatim beserta UPT (unit pelaksana teknis)-nya. Jadi desk penyelesaian pengaduan
              THR akan ada 55 posko yang bisa melayani," kata Kepala Disnakertrans Jatim, Himawan Estu
              Bagijo, Selasa (26/4/2021).

              Pembukaan posko pengaduan THR ini merupakan hasil pertemuan dengan buruh saat mereka
              berunjukrasa di DPRD Jatim meminta kepastian THR bisa dibayarkan tepat waktu. Disnaker juga
              diminta untuk membuat posko pengaduan.

              "Selain  itu  pada  saat  pertemuan  Gubernur  dan  serikat  pekerja  di  Sidoarjo,  Gubernur
              memerintahkan  agar  Disnakertrans  Jatim  untuk  membuka  posko  pengaduan  dan  online
              pengaduan," ujar Himawan.

              Pihaknya sudah memerintahkan 180 pengawas ketenagakerjaan mengawal pembayaran THR.
              THR ini adalah jenis pendapatan yang wajib dibayar oleh perusahaan dan menjadi hak pekerja.

              THR  ini  harus  diberikan  pengusaha  kepada  Pekerja  paling  lambat  7  hari  sebelum  hari  raya
              keagamaan.  "Semua  pengawas  ketenagakerjaan  saya  perintahkan  24  jam  melakukan  fungsi
              pengawalan pelaksanaan THR ini," katanya.

              Dia mengungkapkan, para pengusaha diharapkan sudah menyiapkan THR bagi para pekerjanya.
              Sebab, THR bukan hal baru. Sehingga, seharusnya setiap tahun THR itu merupakan menjadi
              upah yang wajib diberikan oleh pemberi kerja pada pekerja.
              "Bagi  perusahaan  yang  belum  mampu,  tentunya  tetap  harus  dicarikan  solusi  menyikapi  hal
              tersebut, nantinya akan ada skema-skema penyelesaian THR," imbuh Himawan.

              Selanjutnya, lanjut dia, jika memang perusahaan benar benar tidak mampu, maka Disnakertrans
              Jatim  akan  memanggil  perusahaan  itu  dan  memberikan  laporan  audit  kegiatan  usahanya.
              Nantinya, alasan ketidakmampuan perusahaan pastinya akan dipertanyakan pekerja.

              "Kami akan melihat secara riil kondisi yang ada di perusahaan tersebut. Kami berharap, agar
              pekerja  dan  pengusaha  sama  sama  paham  dan  pengusaha  juga  harus  jujur  agar  tidak
              menimbulkan banyak pertanyaan," terangnya.

              (msd).






















                                                           366
   362   363   364   365   366   367   368   369   370   371   372