Page 418 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 28 APRIL 2021
P. 418

Perusahaan  tersebut  menyatakan  tidak  mampu  membayar  THR  secara  penuh  lantaran
              terdampak pandemi Covid-19.
              Kepala Disnakertrans Kulonprogo, Nur Wahyudi mengatakan, dua perusahaan yang mengajukan
              keringanan pembayaran THR bergerak di bidang kesehatan dan industri pembuatan briket arang.
              Keduanya mengajukan keberatan karena sangat terdampak dengan situasi pandemi Covid-19
              sehingga tidak bisa menjanjikan pembayaran THR sesuai dengan peraturan pemerintah yakni
              satu kali gaji.

              "Dua  perusahaan  ini  telah  resmi  mengisi  formulir  ketidakmampuan  membayar  THR  secara
              penuh," kata Nur Wahyudi, Senin (26/4).

              Nantinya, lanjut Nur Wahyudi, dinas akan mengawasi pembayaran THR kepada karyawan dua
              perusahaan tersebut, apakah akan dibayarkan 50 persen atau 75 persen. Ia juga meminta agar
              pihak  perusahaan  berdialog  dengan  pekerja  serta  memberikan  laporan  secara  transparan
              tentang kondisi perusahaannya.
              Nur Wahyudi menyebut, dari 24 perusahaan di Kulonprogo, hingga kini baru dua perusahaan
              yang  mengisi  form  2  (ketidakmampuan  membayar  THR  secara  penuh).  Secara  aturan,
              perusahaan wajib membayar THR paling lambat seminggu sebelum hari raya. Jika lebih dari itu,
              perusahaan dinyatakan tidak memberikan THR sehingga akan ada tindakan dari badan pengawas
              perusahaan.

              "Bagi perusahaan yang tidak mampu, wajib berdialog kepada buruh secara kekeluargaan dengan
              karyawannya.  Meski  tidak  penuh,  THR  tetap  harus  dibayarkan  sebelum  hari  raya  disertai
              pembuktian ketidakmampuannya secara transparan," imbuh Nur.

              Terkait  dengan  kemungkinan  THR  tidak  dibayarkan  kepada  para  pekerja  di  tahun  2021  ini,
              Disnakertrans Kulonprogo juga telah mendirikan posko aduan. Posko ini tersedia secara offline
              maupun online.
              Sementara itu, Ketua DPC Konfederasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (KSPSI) Kulonprogo,
              Taufik Riko menyampaikan, pemberian THR merupakan kewajiban pengusaha atau perusahaan
              kepada buruh. Meski demikian, diakuinya situasi pandemi Covid- 19 sangat berdampak pada
              finansial perusahaan.
              "Karenanya, kami berharap agar pengusaha bisa terbuka dengan para pekerja terkait dengan
              kondisi keuangan perusahaan. Sehingga harapannya pekerja bisa memaklumi apabila THR belum
              bisa dibayarkan secara penuh. Perusahaan harus membuktikan dengan laporan keuangan yang
              disampaikan kepada pekerja," kata Taufik.

              (Unt)





















                                                           417
   413   414   415   416   417   418   419   420   421   422   423