Page 443 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 28 APRIL 2021
P. 443

DISNAKER BUKA POSKO PENGADUAN THR

              Menjelang hari raya Idul Fitri, pekerja perusahaan bakal menerima Tunjangan Hari Raya (THR)
              sebagaimana tertuang dalam UU Ketenagakerjaan.

              Selaras  dengan  hal  itu.  Kementerian  Ketenagakerjaan  akhirnya  mengeluarkan  Surat  Edaran
              Nomor  M/6/  HK.04/IV/2021  per  tanggal  12  April  lalu.  Tentang  Pelaksanaan  Pemberian
              Tunjangan Hari Raya Keagamaan Tahun 2021 bagi Pekerja dan Buruh di Perusahaan.

              Dalam Surat Edaran itu Juga perusahaan diminta agar pembayaran THR paling lambat tujuh hari
              sebelum lebaran hari raya idul fitri.

              Menanggapi hal itu. Pemerintah Kota Tanjungpinang melalui Dinas Tenaga Kerja. Koperasi dan
              Usaha  Mikro  Kota  Tanjungpinang  membuka  posko  pengaduan  pembayaran  THR  bagi  para
              pekerja dan buruh di Kota Tanjungpinang,
              Kepala Dinas Tenaga Kerja. Koperasi dan Usaha Mikro Tanjungpinang.

              Hamalis mengatakan posko itu melayani pengaduan dari pekerja yang mengalami permasalahan
              pembayaran THR oleh perusahaan.

              "Kita  sudah  siapkan  posko  konsultasi  dan  pengaduan  bagi  pekerja  maupun  buruh  di  Kantor
              Disnaker Kota Tanjungpinang yang beralamat di Jalan Daeng Celak. Seng-garang. Gedung A Lt
              4 Bidang Hubungan Industrial dan Jaminan Sosial Ketenagakerjaan." ujar Hamalis dalam pesan
              Whatsappnya kepada Tribun Batam. Senin. (26/4) Siang,

              Meski pihaknya berpedoman terhadap SE Kemena-ker tersebut, namun lanjut Hamalis nantinya
              tetap akan ada penyesuaian ataupun pengecualian terhadap beberapa perusahaan berskala kecil
              akibat terdampak Co-vid-19.

              "Kita tetap berpedoman dari pada SE Ke-menterian. yang mana kita akan menghimbau kepada
              perusahaan-perusahaan  untuk  menjalankannya.  tapi  tentu  perusahaan  yang  bagaimana  ?
              Timbul pertanyaan, soalnya kalau perusahaan-perusahaan berskala kecil jangankan THR. upah
              pokoknya saja mungkin masih tersendat-sendat, artinya Ini kan ada pengecualian." ungkapnya.

              Hamalis  menjelaskan.  Disnaker  Kabupaten/Kota  tidak  memiliki  kewenangan  dalam  rangka
              pengawasan perusahaan.
              "Lagi  pun  pula  sanksinya  tidak  terikat  paling-paling  sanksi  administratif  saja,  yang  punya
              kewenangan itu adalah di Disnaker Provinsi. Kita paling mediasi saja, apabila terjadi perselisihan
              perburuhan, terkhususnya persoalan THR Itu kita akan panggil kedua belah pihak." Jelasnya.

              Hamalis menilai jika berpedoman pada masa normal sebelum Covid-19 setiap per-usahaan tentu
              sanggup untuk memenuhi pemberian Tunjangan Hari Raya Keagamaan.

              Tapi dengan melihat kondisi seperti Ini mungkin saja sulit, bagaimana perusahaan yang eksls.
              maupun setengah atau sudah mati kan susah juga, (api semoga saja paling tidak tetap diberikan
              walaupun secara bertahap.


              Meski kita akui THR Ini adalah hal yang ditunggu-tunggu oleh setiap pekerja ataupun buruh
              perusahaan." tukasnya, (nvn)








                                                           442
   438   439   440   441   442   443   444   445   446   447   448