Page 271 - E-KLIPING KETENAGAKERJAAN 4 NOVEMBER 2021
P. 271
hanya kebohongan belaka," ujarnya. Bahkan, dia secara pribadinya meminta lebih daripada
tuntunannya bersama buruh Banten.
"Akibat dari apa? Kebutuhan semakin tinggi, harga-harga. Maka dari itu, saya menuntut 30
persen kalau bisa, bukan 13,5 atau 8,9 persen," ucapnya. Diketahui, Surat Keputusan Gubernur
Banten Nomor 561/Kep.272-Huk/2020 tentang Penetapan UMK di Provinsi Banten 2021
menunjukkan, UMP sebesar Rp 2,4 juta. Sementara, UMK di delapan kabupaten/kota se-Banten
berkisar antara Rp 2,75 juta hingga Rp 4,32 juta.
Sebelumnya, Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Provinsi Banten Al
Hamidi mengajak para buruh untuk tetap menjaga kondusivitas iklim investasi, menjelang
pembahasan dan penetapan UMK serta UMP 2022. "Kami sedang menunggu surat dari
Kementerian Tenaga Kerja terkait penetapan besaran UMK dan UMP 2022.
Kami berharap, teman-teman buruh tetap menjaga situasi dan iklim investasi di Banten tetap
kondusif," tuturnya, kemarin. Ia mengatakan, hingga saat ini tahapan pembahasan UMK di
delapan kabupaten/kota dan UMP Banten belum dimulai. Pihaknya masih menunggu surat dari
Kementerian Tenaga Kerja mengenai besaran UMK dan UMP yang akan ditetapkan.
"Naik atau tidaknya kami belum tahu, karena masih menunggu surat dari kementerian.
Penentuannya kan berdasarkan Undang-Undang (UU) Nomor 11 Tahun 2020 tentang Cipta Kerja
dan Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 36 Tahun 2021 tentang Pengupahan," katanya.
Kemungkinan ada perbedaan dengan 2021 mengenai mekanisme dalam penetapan besaran UMK
dan UMP 2022.
Hal ini karena mengacu pada UU Ciptaker dan PP Noor 36 Tahun 2021 tentang Pengupahan,
sehingga hingga saat ini tahapan pembahasan UMK dan UMP tersebut di daerah belum dimulai,
karena masih menunggu keputusan dari Kemenakertrans dan Kemendagri. Namun demikian,
apapun keputusan yang disampaikan pemerintah nanti terkait dengan UMK, dia meminta para
buruh di Banten tetap menjaga situasi, agar tidak mengganggu iklim investasi di Banten, apalagi
di tengah pandemi Covid-19 saat ini.
(Azzam/H-42)***
270

