Page 270 - E-KLIPING KETENAGAKERJAAN 4 NOVEMBER 2021
P. 270
kementerian. Penentuannya kan berdasarkan Undang-Undang (UU) Nomor 11 Tahun 2020
tentang Cipta Kerja dan Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 36 Tahun 2021 tentang Pengupahan
Ringkasan
Ribuan buruh Banten kembali berunjuk rasa di Kawasan Pusat Pemerintah Provinsi Banten
(KP3B), Curug, Kota Serang, Selasa (2/11/2021). Mereka meminta kenaikan upah minimum
provinsi (UMP) dan upah minimum kabupaten/kota (UMK) hingga diberlakukannya kembali upah
minimun sektoral.
UPAH BURUH DINILAI TIDAK MANUSIAWI
Ribuan buruh Banten kembali berunjuk rasa di Kawasan Pusat Pemerintah Provinsi Banten
(KP3B), Curug, Kota Serang, Selasa (2/11/2021). Mereka meminta kenaikan upah minimum
provinsi (UMP) dan upah minimum kabupaten/kota (UMK) hingga diberlakukannya kembali upah
minimun sektoral.
Upah buruh Banten saat ini dianggap tidak manusiawi Presidium Aliansi Buruh Banten Bersatu
(AB3) Dedi Sudarajat menilai, Pemerintah Provinsi (Pemprov) Banten kurang perhatian kepada
kaum buruh.
"Investor pasti datang, tol dibangun. Tapi, upah sangat tidak manusiawi. Ingin diapresiasi
(Pemprov Banten), tapi pergerakan buruh dianggap menghambat laju investasi yang ada di sini,"
katanya.
Ini adalah aksi kedua buruh yang tergabung dalam Aliansi Buruh Banten Bersatu (AB3), setelah
sebelumnya 'menggeruduk' KP3B pekan lalu. Ia mengatakan, pihaknya meminta UMP 2022 naik
sebesar 8,95 persen dan UMK naik 13,5 persen.
"Selain itu, upah minimum sektoral kota/kabupaten (UMSK) untuk 2021 dan 2022 juga kami
minta untuk diberlakukan," ujarnya saat menyampaikan aspirasinya. Menurut dia, kenaikan UMP
Banten berdasarkan pertumbuhan ekonomi Banten dari tahun ke tahun (year on year) semakin
meningkat.
Oleh karena itu, kenaikan UMK sebesar 13,5% berdasarkan survei pasar kebutuhan hidup layak
(KHL), menurut dia, dianggap layak didapatkan oleh buruh Banten. "Kami semua dari Aliansi
Buruh Banten Bersatu ingin melakukan tuntutan kenaikan upah tahun 2022," ucapnya yang juga
Ketua Konfederasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (KSPSI) Banten ini. Ia mengklaim, aksi
tersebut diikuti 4.000 buruh.
Mereka berkonvoi menggunakan mobil komando dan sepeda motor dari daerah masing-masing
dan berkumpul di KP3B. "Kurang lebih ada 4.000 buruh yang berangkat dari Kota Tangerang,
lalu kita gabungan di Kabupaten Tangerang, Serang, dan Cilegon berangkat ke Kantor Gubernur
Banten," tuturnya. Ia memastikan aksi buruh Banten menuntut kenaikan UMK 2022 tersebut
berlangsung damai.
"Kami ini aksi damai, aksi simpatik, makanya kami tidak menutup jalan, tidak membuat
kemacetan," katanya. Ia menjelaskan, Serikat Pekerja Nasional (SPN) juga ikut serta dalam
mengawal tuntutan UMP yang cukup bagi buruh Banten. "Covid-19 bukan alasan, Banten Selatan
masih dipinggirkan, seperti Lebak yang selalu diberikan iming-iming dari pak gubernur, tapi
269

