Page 265 - E-KLIPING KETENAGAKERJAAN 4 NOVEMBER 2021
P. 265

tanggal 17 September 2021, sang suami, Sumanto menerima kabar, Suprihatin meninggal dunia
              setelah dirawat di rumah sakit di Taiwan.
              Kabar  itu  disampaikan  oleh  pihak  agensi  tenaga  kerja  Indonesia  yang  memberangkatkan
              Suprihatin ke Taiwan tahun 2018 lalu untuk bekerja sebagai pembantu rumah tangga. Namun
              1,5 bulan berlalu sejak kabar perih itu dia terima, hingga kini jenazah ibu dari dua anak itu belum
              dapat dipulangkan ke Indonesia.

              "Walaupun istri saya itu asal Ponorogo, kami akan menguburkan jenazahnya di Blitar, di rumah
              kami," kata Sumanto melalui telepon kepada Kompas.com, Rabu (3/11/2021).

              Sumanto berharap, jenazah istrinya segera dipulangkan ke Indonesia dan dikuburkan di Desa
              Babadan, Kecamatan Wlingi, Kabupaten Blitar. Dia mengaku secara emosional sudah mampu
              menerima kepergian sang istri Apalagi, Sumanto sudah mengetahui gangguan kesehatan yang
              dialami istrinya sejak sebulan sebelum menerima kabar duka itu.

              Namun setiap kali melihat kedua anak mereka, kesedihan kembali menyelimuti hatinya. Dua
              anak  Sumanto  yakni  seorang  laki-laki  yang  duduk  di  bangku  kelas  II  SMP  dan  satu  orang
              perempuan yang masih kelas I SMP.

              "Apalagi  yang  perempuan  yang  nomor  dua  itu,  sering  setiap  tengah  malam  terbangun  lalu
              menangis teringat ibunya," kata Sumanto.

              Sumanto berharap, kedua anaknya perlahan akan menerima kehilangan orang terkasih mereka
              jika jenazah Suprihatin telah dipulangkan dan dikuburkan di desa mereka.

              "Baru  kemarin  saya  dapat  telepon  dari  agen  lagi,  katanya  jenazah  istri  saya  sudah  siap
              diberangkatkan, tapi tinggal menunggu surat dari KJRI. Tapi enggak tahu," ujarnya.

              Kepala Dinas Ketenagakerjaan dan Transmigrasi Kabupaten Blitar Mujianto belum menjawab
              permintaan konfirmasi yang diajukan Kompas.com. Tapi sebelumnya, pada Senin (1/11/2021),
              Mujianto mengatakan bahwa jenazah Suprihatin belum dapat dipulangkan ke Blitar karena masih
              menunggu jadwal penerbangan pesawat kargo.

              Dia  tidak  menyebutkan  adanya  masalah  lain  dan  juga  kapan  Suprihatin  meninggal  dunia.
              Sementara menurut informasi yang diterima Sumanto dari agensi, pandemi Covid-19 merupakan
              salah  satu  sebab  jenazah  istrinya  tidak  dapat  segera  dipulangkan.  Namun  Sumanto  juga
              mengungkapkan penyebab lain, yaitu tidak adanya asuransi yang mengcover biaya perawatan
              kesehatan dan pemulangan jenazah istrinya.

              "Karena sudah keluar dari majikan jadi katanya gak ada asuransinya. Enggak tahu, tapi katanya
              begitu," ujar Sumanto.

              Menurutnya,  sekitar  sebulan  sebelum  Suprihatin  masuk  rumah  sakit,  istrinya  mengeluhkan
              masalah kesehatan. Sumanto mengaku segera meminta istrinya untuk keluar dari pekerjaannya
              dan mengurus kepulangan ke Indonesia.

              Suprihatin  setuju  karena  selama  ini  sering  mengeluh  kelelahan.  Dia  juga  mengaku  jarang
              mendapatkan cuti kerja seperti rekan-rekannya yang lain sesama TKW di Taiwan.

              Berdasarkan  pemeriksaan  kesehatan,  Suprihatin  mengalami  gangguan  tekanan  darah  dan
              jantung. Gangguan kesehatan itu baru dialaminya setelah bekerja di Taiwan. Sebulan kemudian,
              kondisi kesehatan Suprigatin kian menurun hingga dilarikan ke rumah sakit.





                                                           264
   260   261   262   263   264   265   266   267   268   269   270