Page 261 - E-KLIPING KETENAGAKERJAAN 4 NOVEMBER 2021
P. 261

Langkah perlindungan itu penting mengingat sektor itu merupakan sumber pekerjaan penting
              bagi kelompok pekerja dan untuk pekerja migran di luar negeri.
              Ida menjelaskan bahwa menurut survei Organisasi Buruh Internasional ( International Labour
              Organization /ILO) jumlah PRT di Indonesia mencapai 4,2 juta pada 2015 dengan tren yang
              meningkat setiap tahunnya.

              Dari jumlah tersebut didominasi oleh perempuan dengan rasio 292 pekerja perempuan untuk
              setiap 100 pekerja laki-laki.

              Sementara di tingkat global jumlah PRT mencapai 67,1 juta orang dengan 11,5 juta di antaranya
              adalah pekerja migran.

              Namun,  Ida  menyoroti  masih  terdapat  tantangan  terkait  pelindungan  bagi  PRT  yang
              menimbulkan kerentanan. Beberapa tantangan itu termasuk pelecehan profesi, eksploitasi dan
              bahkan kekerasan baik secara fisik maupun psikologis bagi mereka yang bekerja sebagai PRT.

              Selain itu masih terdapat masalah ketenagakerjaan seperti jam kerja panjang, tidak ada istirahat
              dan hari libur serta ketiadaan jaminan sosial.

              Pihak  Kemnaker  sendiri  untuk  memberikan  perlindungan  terhadap  PRT  telah  mengeluarkan
              Permenaker  Nomor  2  tahun  2015  tentang  Perlindungan  Pekerja  Rumah  Tangga  yang  di
              dalamnya bersisi persyarata menjadi PRT, dibutuhkannya perjanjian kerja, hak dan kewajiban.

              Namun, Ida menyoroti masih adanya kurangnya aturan hukum untuk melindungi PRT, dengan
              RUU PRT masih belum disahkan sampai saat ini, meski telah masuk Prolegnas menjadi RUU
              Prioritas.

              "Pemerintah akan menyambut baik pada saatnya undang-undang ini dibahas bersama dengan
              pemerintah," tegas Ida. (*).








































                                                           260
   256   257   258   259   260   261   262   263   264   265   266