Page 268 - E-KLIPING KETENAGAKERJAAN 4 NOVEMBER 2021
P. 268
ALIANSI BURUH GELAR UNRAS TUNTUT KENAIKAN UPAH DI KAWASAN PEMPROV
BANTEN
Ribuan buruh yang tergabung dalam Aliansi Buruh Banten Bersatu (AB3) menggelar aksi unjuk
rasa di depan pintu gerbang Kawasan Pusat Pemerintahan Provinsi Banten (KP3B), Selasa
(2/11/2021).
Aksi unjuk rasa tersebut dilakukan oleh buruh Banten untuk menuntut kenaikan upah yang layak
di tahun 2022. Salah satu meminta kenaikan UMP sebesar 8,95 persen dan UMK 13,5 persen
serta UMSK tahun 2021 dan 2022 wajib berlaku.
Presidium AB3 Dedi Sudarajat mengatakan, aksi unjuk rasa yang dilakukan buruh se-Provinsi
Banten ini juga dilakukan untuk menuntut adanya kenaikan Upah Minimun Kabupaten atau Kota
(UMK) dan memberlakukan kembali Upah Minimum Sektoral (UMSK).
“Kedatangan kami ini untuk menuntut kenaikan upah pada 2022 mendatang,” ujar Dedi saat
dimintai keterangan, dikutip dari Kompas.com.
BACA JUGA: Lewat Aplikasi ‘Bela Pengadaan’ UMKM Bisa Ikut Pengadaan Pemkot Tangerang
Dedi menyampaikan terdapat beberapa buah tuntunan yang akan disampaikan ke Gubernur
Banten. Pertama, kenaikan UMP Provinsi Banten sampai dengan 8,95 persen pada 2021
mendatang. Kedua, kenaikan UMK se-Provinsi Banten sebesar 13,5 persen.
“UMSK tahun 2021 dan tahun 2022 wajib diberlakukan se-provinsi Banten,” ungkapnya.
Disampaikan Dedi, permintaan kedua yakni adanya kenaikan UMK se-Provinsi Banten tahun 2022
sebesar 13,5 persen.
“Besaran kenaikan UMK itu sesuai dengan hasil survei kebutuhan hidup layak yang sudah
dilakukan oleh kita (buruh),” ujar Dedi.
Kemudian, buruh juga meminta UMSK yang sudah dihapus oleh pemerintah agar diberlakukan
kembali pada tahun depan.
“Upah sektoral yang dulu sudah disepakati dan sudah direkomendasikan Bupati dan Wali Kota
itu bisa diberlakukan tahun 2022,” jelas Dedi.
Untuk itu, dia bersama ribuan perwakilan serikat buruh lainnya meminta untuk bertemu
Gubernur Banten Wahidin Halim. Mereka pun melakukan aksi unjuk rasa di depan kantor
Gubernur Banten di Kawasan Pusat Pemerintah Provinsi Banten (KP3B) Curug, Kota Serang.
Namun, perwakilan buruh saat itu hanya dapat bertemu dengan Asisten Daerah (Asda) II M
Yusuf dan Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Banten (Kadisnakertrans) Al Hamidi.
“Pak Gubernur tadi katanya tidak ada sehingga perwakilan kami bertemu dengan perwakilan
Pemprov Banten Asda II sama Pak Kadisnakertrans,” kata Dedi.
(red)
267

