Page 281 - E-KLIPING KETENAGAKERJAAN 4 NOVEMBER 2021
P. 281

Sebelumnya, Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Banten Al Hamidi
              mengajak para buruh untuk tetap menjaga kondusifitas iklim investasi,
              "Kami sedang menunggu surat dari Kementerian Tenaga Kerja terkait penetapan besaran UMK
              dan  UMP  Tahun  2022.  Kami  berharap  teman-teman  buruh  tetap  menjaga  situasi  dan  iklim
              investasi di Banten tetap kondusif," katanya

              la mengatakan hingga saat ini tahapan pembahasan UMK di delapan kabupaten/kota dan UMP
              Banten belum dimulai, sebab pihaknya masih menunggu surat dari Kementerian Tenaga Kerja
              mengenai besaran UMK dan UMP yang akan ditetapkan.

              "Naik  atau  tidaknya  kami  belum  tahu,  karena  masih  menunggu  surat  dari  kementerian.
              Penentuannya kan berdasarkan Undang-Undang (UU) Nomor 11 Tahun 2020 tentang Cipta Kerja
              dan Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 36 Tahun 2021 tentang Pengupahan," kata Alhamidi.

              Ia mengatakan kemungkinan ada perbedaan dengan Tahun 2021 mengenai mekanisme dalam
              penetapan besaran UMK dan UMP Tahun 2022, karena mengacu para UU Ciptaker dan PP 36
              Tahun 2021 tentang Pengupaham, sehingga hingga saat ini tahapan pembahasan UMK dan UMP
              tersebut di daerah belum dimulai karena masih menunggu keputu-san dari Kemenakertrans dan
              Kemendagri.

              Namun demikian, apapun keputusan yang disampaikan pemerintah nanti terkait dengan UMK,
              ia meminta para buruh di Banten tetap menjaga situasi agar tidak mengganggu iklim investasi
              di Banten, apalagi di tengah pandemi Covid 19 saat ini.

              "Kalau demo-demo tentu ada saja. Besok juga informasinya akan ada demo buruh di KP3B. Kami
              minta tetap menjaga kondusifitas," katanya.(RUS.'ENK)













































                                                           280
   276   277   278   279   280   281   282   283   284   285   286