Page 285 - E-KLIPING KETENAGAKERJAAN 4 NOVEMBER 2021
P. 285
Judul Ketum Kongres Wanita Indonesia desak DPR segera sahkan RUU PPRT
Nama Media antaranews.com
Newstrend Perlindungan PRT
Halaman/URL https://www.antaranews.com/berita/2498913/ketum-kongres-wanita-
indonesia-desak-dpr-segera-sahkan-ruu-pprt
Jurnalis redaksi
Tanggal 2021-11-03 11:29:00
Ukuran 0
Warna Warna
AD Value Rp 17.500.000
News Value Rp 52.500.000
Kategori Ditjen Binapenta
Layanan Korporasi
Sentimen Negatif
Ringkasan
Ketua Umum Kongres Wanita Indonesia (Ketum KOWANI) Giwo Rubianto Wiyogo mendesak DPR
untuk segera menuntaskan pembahasan dan menyetujui untuk mengesahkan Rancangan
Undang-Undang Perlindungan Pekerja Rumah Tangga (RUU PPRT).
KETUM KONGRES WANITA INDONESIA DESAK DPR SEGERA SAHKAN RUU PPRT
Ketua Umum Kongres Wanita Indonesia (Ketum KOWANI) Giwo Rubianto Wiyogo mendesak DPR
untuk segera menuntaskan pembahasan dan menyetujui untuk mengesahkan Rancangan
Undang-Undang Perlindungan Pekerja Rumah Tangga (RUU PPRT).
"Walaupun Baleg (Badan Legislasi, red.) DPR RI sudah memutuskan RUU PPRT untuk ditetapkan
sebagai RUU inisiatif DPR, namun hingga Oktober 2021 masih belum diagendakan," kata Giwo
ketika memberi sambutan dalam seminar nasional bertajuk "Gerakan Ibu Bangsa untuk
Perlindungan Pekerja Rumah Tangga" yang disiarkan secara langsung di kanal YouTube Kongres
Wanita Indonesia, dan dipantau dari Jakarta, Rabu.
Berdasarkan penjelasan Giwo, Undang-Undang Ketenagakerjaan tidak mengakomodasi
perlindungan terhadap para pekerja rumah tangga karena wilayah kerja yang bersifat domestik
dan pribadi. Wilayah kerja tersebut juga menjadi penyebab tidak adanya kontrol dan
pengawasan dari pemerintah.
Padahal, pekerja rumah tangga rentan mengalami diskriminasi, eksploitasi, dan kekerasan.
Selain itu, para pekerja rumah tangga juga tidak dihitung dan dikecualikan dari semua jenis
program subsidi pemerintah, sementara survei dari Jaringan Nasional Advokasi Pekerja Rumah
Tangga (Jala PRT) menunjukkan bahwa 50-75 persen PRT mengalami pemutusan hubungan
kerja (PHK) dan dirumahkan dengan pemotongan upah akibat COVID-19.
"PRT dengan keluarganya berada dalam situasi krisis pangan, papan, dan riskan terhadap jeratan
utang," ucap dia.
284

