Page 20 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 11 JANUARI 2021
P. 20
BLT CAIRNYA PLIS DEH JANGAN PAKAI LAMA
KEBIJAKAN Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) di beberapa wilayah Jawa
dan Bali dimulai hari ini. Penerapan kebijakan ini diprediksi akan memperparah kondisi ekonomi
masyarakat. Biar nggak ketar-ketir, subsidi Bantuan Langsung Tunai (BLT) bagi karyawan harus
cepat cair.
Permintaan ini disampaikan Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Ritel Indonesia (Aprindo), Roy N
Mandey. "Kami harapkan BLT segera disalurkan," ujar Roy kepada Rakyat Menleka. kemarin.
Dia meminta pemerintah berkaca pada pengalaman Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB)
yang sudah diterapkan sebelumnya. Di bawah penerapan kebijakan itu, terjadi penurunan daya
beli masyarakat cukup parah.
Aktivitas bisnis yang melemah membuat pendapatan masyarakat kelas pekerja juga tergerus.
Kondisi yang sama, bisa terjadi pada penerapan PPKM. Malah, bisa lebih parah.
"Saran kami, cepat disalurkan. Kemudian diingatkan terus ke masyarakat agar memanfaatkan
dana itu untuk membeli kebutuhan pokok. Jadi tidak sembarangan," imbau Roy.
Bos Matahari Departement Store ini juga menyarankan penyaluran BLT dilakukan dengan
memanfaatkan aplikasi financial technology (fintech). Alasannya, lebih efisien dan efektif. Selain
itu, penggunaan fintech dianggap lebih transparan. "Ini bisa mencegah potensi pelanggaran,
supaya sesuai rencana," imbuhnya.
Khusus untuk pekerja di ritel modern dan mal, subsidi BLT bisa mencegah potensi kebangkrutan.
Soalnya, selama pandemi, peritel kesulitan membayar biaya operasional.
Sepanjang 2020, ritel dan mal terdampak rata-rata negatif 12 persen. Jauh dibanding pada 2019
yang berada di level positif 5,17 persen. Hal ini berimbas terhadap pemberhentian atau
pemecatan pegawai.
Selain hal tersebut, Roy berharap, ada kebijakan fiskal dan moneter yang berkelanjutan.
Misalnya, kredit korporasi dana PEN dengan bunga murah 3-3,8 persen.
Saat ini, bunganya tinggi, mencapai 9-10 persen. Kondisi ini terjadi akibat belum adanya
petunjuk pelaksanaan dan teknis (juklak/juknis) dari 15 bank yang ditunjuk menyalurkan dana
PEN bagi pelaku usaha korporasi swasta. "Jadi harus segera ada," harapnya.
Radi (32), salah satu pekerja di Jakarta berharap BLT bisa cair sesuai waktu yang sudah
direncanakan. Dia mengaku, upah bulanan dari kantornya berkurang karena terdampak
pandemi, sehingga BLT dirasa sangat membantu.
"Kalau kita baca di koran, media-media online kan awal Januari ya. Kalau bisa sih cepat lumayan.
Buat beli beras sama kebutuhan lainnya," tuturnya, kepada Rakyat Merdeka, kemarin.
Sebelumnya, Menteri Tenaga Kerja (Menaker) Ida Fauziyah sudah meminta Kementerian
Keuangan agar memberi tenggat waktu pencairan Bantuan Langsung Tunai (BLT) BPJS
Ketenagakerjaan, selambatnya hingga akhir Januari.
Pemerintah memberikan subsidi gaji Rp 2,4 juta kepada karyawan yang penyalurannya dibagi
dalam dua tahap. Para penerima subsidi ini adalah karyawan bergaji di bawah Rp 5 juta, dan
terdaftar di BPJS Ketenagakerjaan. jar
19

