Page 22 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 11 JANUARI 2021
P. 22

Judul               51 WNI Terjebak di Kapal Ikan Asing
                Nama Media          Kompas
                Newstrend           Kasus ABK China
                Halaman/URL         Pg11
                Jurnalis            NDU
                Tanggal             2021-01-11 04:34:00
                Ukuran              250x99mmk
                Warna               Hitam/Putih
                AD Value            Rp 82.500.000

                News Value          Rp 247.500.000
                Kategori            Ditjen Binapenta
                Layanan             Korporasi
                Sentimen            Negatif




              Narasumber
              negative  -  Abdi  Suhufan  (Koordinator  Nasional  Destructive  Fishing  Watch  (DFW)  Indonesia)
              Mereka terindikasi sebagai korban kerja paksa dan perdagangan orang yang kemudian teijebak
              di kapal berbendera China

              negative - Abdi Suhufan (Koordinator Nasional Destructive Fishing Watch (DFW) Indonesia) FH,
              misalnya, dijanjikan upah 300 dollar AS (Rp 4,2 juta) per bulan, tetapi sampai sekarang baru
              menerima Rp 4,1 juta

              neutral - Laode Hardiani (Pengelola Fishers Center Bitung) Dokumen penting, seperti ijazah,
              sertifikat  pelatihan  keselamatan  dasar,  KTP,  kartu  keluarga,  dan  akta  kelahiran,  ditahan
              perusahaan penyalur



              Ringkasan

              Laporan  yang  diterima  lembaga  non-pemerintah  menyebutkan,  setidaknya  51  warga  negara
              Indonesia teijebak di kapal-kapal berbendera China. Menurut data yang diterima Destructive
              Fishing  Watch  Indonesia,  kontrak  kerja  para  WNI  itu  sudah  habis,  tetapi  belum  dapat
              dipulangkan karena pandemi Covid-19. Laporan tersebut bermula dari enam pengaduan yang
              diterima Fishers Center di Bitung, Sulawesi Utara, dan Fishers Center di Tegal, Jawa Tengah.
              "Mereka terindikasi sebagai korban kerja paksa dan perdagangan orang yang kemudian teijebak
              di  kapal  berbendera  China,"  kata  Koordinator  Nasional  Destructive  Fishing  Watch  (DFW)
              Indonesia Abdi Suhufan, Minggu (10/1/2021).

              Sepanjang 2020, DFW menerima 25 pengaduan dari awak kapal perikanan di kapal asing. Mereka
              mengeluh terjebak praktik kerja tidak adil dan merugikan. Pemerintah diminta lebih responsif
              menyikapi isu perlindungan awak kapal yang disebabkan kesemrawutan tata kelola perekrutan.
              Tumpang tindih perizinan dalam perekrutan dan penempatan pekerja pelaut migran yang ada di
              Kementerian  Perhubungan  dan  Kementerian  Ketenagakerjaan  menyebabkan  pengawasan
              lemah. Banyak perusahaan tak berizin leluasa beroperasi.




                                                           21
   17   18   19   20   21   22   23   24   25   26   27