Page 6 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 11 JANUARI 2021
P. 6
PENYALURAN BANTUAN SUBSIDI UPAH CAPAI RP 29,4 T
Kementerian Ketenagakerjaan mencatat hingga 31 Desember 2020 telah menyalurkan bantuan
pemerintah berupa bantuan subsidi upah (BSU) kepada pekerja atau buruh yang mencapai
Rp29,4 triliun atau 98,81% dari target sebesar Rp29,7 triliun. BSU disalurkan melalui dua termin
pembayaran, yakni termin pertama pada periode September-Oktober dan periode kedua
November-Desember.
Jika dilihat per termin, BSU pada termin pertama telah tersalurkan kepada 12.265.437 penerima
dengan total anggaran sebesar Rp 14,7 triliun (98,88%). Adapun untuk termin kedua telah
tersalurkan kepada 12.248.195 orang dengan anggaran sebesar Rpl4,6triliun (98,74%).
Plt Dirjen PHI dan Jamsos Kemenaker Tri Retno Isnaningsih mengatakan bantuan pemerintah
berupa subsidi upah yang belum tersalurkan sebanyak 294.160 orang. Data tersebut saat ini
masih dalam tahap rekonsiliasi dengan Bank Himbara sebagai bank penyalur untuk mendapatkan
hasil penyaluran yang riil.
"Sisa anggaran subsidi upah yang belum tersalurkan telah dikembalikan ke kas negara pada
tanggal 31 Desember 2020, sesuai dengan Peraturan Menteri Keuangan. Di samping itu data riil
penyaluran BSU saat ini masih dalam proses rekonsiliasi dengan Bank Himbara selaku bank
penyalur mengingat dana yang tidak sedikit dan melibatkan berbagai bank sesuai dengan
rekening calon penerima sehingga memerlukan waktu," ujar Tri Retno dalam keterangan tertulis,
Sabtu (9/1).
Tri Retno menambahkan, Kemenaker terus melakukan koordinasi dengan Kementerian
Keuangan agar bantuan pemerintah berupa subsidi upah tahun
2020 dapat disalurkan kembali kepada pekerja/buruh yang belum menerima.
"Kita juga terus berkoordinasi dengan BPJS Ketenagakerjaan, melakukan perbaikan sisa data
rekening yang belum dapat tersalurkan. Hal ini dilakukan sebagai upaya apabila sisa penerima
yang belum tersalurkan dimungkinkan dapat dilanjutkan proses penyalurannya di tahun ini,"
sebutnya.
Sebelumnya Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani mengatakan subsidi gaji ini disalurkan
untuk memberikan bantuan kepada masyarakat yang terkena dampak Covid-19. "Kita terus
memberikan bantuan seperti subsidi gaji bagi para pekerja yang bergaji di bawah 5 juta," ujar
Sri Mulyani.
Dia mengungkapkan pemerintah juga memberi bantuan subsidi upah pendidik honorer di
Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Rp2,49 triliun dan Kementerian Agama Rpl,13 triliun
serta subsidi kuota internet di Kemendikbud Rp3,82 triliun dan Kemenag Rp240 miliar.
Lalu realisasi anggaran perlindungan sosial selama 2020 mencapai Rp220,39 triliun. Anggaran
ini digelontorkan untuk membantu masyarakat yang terdampak selama pandemi. "Perlindungan
sosial ditingkatkan luar biasa, (anggarannya) Rp230 triliun sendiri, dan ini hampir semuanya
terealisasi. Kita membantu dalam berbagai hal," sebutnya.
Adapun realisasi Kartu Pra-kerja sebesar Rp 19,98 triliun untuk 5,6 juta penerima, diskon listrik
Rpll,45 triliun untuk 32,1 juta rumah tangga, bansos sembako Jabodetabek Rp7,l triliun untuk
2,2 juta KPM, dan bantuan beras PKH Rp5,26 triliun.
michele natalia
5

