Page 171 - E-KLIPING KETENAGAKERJAAN 2 AGUSTUS 2021
P. 171
Judul 8.000 Karyawan Lion Air Dirumahkan!
Nama Media detik.com
Newstrend Kinerja Lion Air Group
Halaman/URL https://finance.detik.com/berita-ekonomi-bisnis/5664774/8000-
karyawan-lion-air-dirumahkan
Jurnalis Trio Hamdani
Tanggal 2021-08-01 09:28:00
Ukuran 0
Warna Warna
AD Value Rp 17.500.000
News Value Rp 52.500.000
Kategori Ditjen PHI & Jamsos
Layanan Korporasi
Sentimen Negatif
Narasumber
negative - Danang Mandala Prihantoro (Corporate Communications Strategic of Batik Air) Dalam
jangka waktu yang diperlukan, Lion Air Group mengumumkan pengurangan tenaga kerja dengan
merumahkan karyawan (status tidak Pemutusan Hubungan Kerja/PHK) menurut beban kerja
(load) di unit masing-masing yaitu kurang lebih prosentase 25-35% karyawan dari 23.000
karyawan
positive - Danang Mandala Prihantoro (Corporate Communications Strategic of Batik Air)
Keputusan berat tersebut diambil bertujuan utama sebagai konsentrasi efektif dan efisien,
sejalan mempertahankan bisnis yang berkesinambungan dan perusahaan tetap terjaga,
merampingkan operasi perusahaan, mengurangi pengeluaran dan merestrukturisasi organisasi
di tengah kondisi operasional penerbangan yang belum kembali normal dari dampak pandemi
Covid-19
positive - Danang Mandala Prihantoro (Corporate Communications Strategic of Batik Air) Lion Air
Group juga mengapresiasi dan terima kasih kepada seluruh karyawan serta dari berbagai pihak
hingga sampai saat ini masih beroperasi. Harapan utama pandemi Covid-19segera berakhir,
sehingga operasional dan layanan penerbangan normal kembali
negative - Danang Mandala Prihantoro (Corporate Communications Strategic of Batik Air) Kondisi
pendapatan sangat minimal, masih mempunyai komitmen finansial yang harus dipenuhi, terjadi
pembatasan perjalanan dan pengurangan frekuensi sementara operasional pada rute-rute
penerbangan tertentu serta biaya-biaya harus ditanggung masih cukup besar
Ringkasan
Jika dihitung, pengurangan karyawan berada di kisaran 5.750-8.050 dari total 23 ribu karyawan.
Langkah itu diambil karena pandemi COVID-19 menghantam industri penerbangan sejak awal
kemunculannya. Industri penerbangan melakukan efisiensi di berbagai lini agar dapat tetap
beroperasi terbatas.
170

