Page 198 - E-KLIPING KETENAGAKERJAAN 2 AGUSTUS 2021
P. 198

"Berdasarkan ke-putusan pemerintah, bantuan hanya diberikan kepada pekerja di perusahaan
              yang  beroperasi  di  daerah  dengan  tingkat  penularan  Covid-19  pada  status  penerapan
              pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) level 4," kata Gede.

              Kepala BP Jamsostek NTB Adventus Edison Souhuwat menambahkan, berdasarkan ketentuan
              terbaru, tahun 2021 subsidi upah diberikan kepada 28 provinsi dengan 167 kabupaten atau kota
              dengan PPKM level 3 dan 4.

              Di Mataram ada 167 badan usaha dan 32.000 pekerja sedang diverifikasi. Tahun lalu, ada 55.000
              pekerja  mendapat  subsidi  upah.  Dari  32.000  pekerja  yang  sedang  diverifikasi,  bisa  jadi
              jumlahnya bertambah atau berkurang. Apalagi, tidak seluruh sektor yang mendapatkan bantuan.

              Menurut Adventus, pekerja di sektor pertanian dalam arti luas yang mencakup perusahaan di
              sektor  tanaman  pangan  dan  hortikultura,  peternakan,  kelautan,  perikanan,  termasuk  sektor
              pendidikan  dan  kesehatan  tidak  mendapatkan  bantuan.  Alasannya,  pemerintah  sudah
              memberikan insentif dari program lain.
              Selain itu, pekerja yang tidak mendapatkan bantuan adalah dari sektor pertambangan, pekerja
              sektor jasa keuangan dan investasi, dan pekerja sektor energi dan telekomunikasi.

              "Selain lima sektor ini tetap diberikan. Pasti perusahaannya ada di daerah yang masuk kategori
              level 4 penyebaran Co-vid-19. Di luar Kota Mataram, mohon dimaklumi kalau tidak dapat bantuan
              subsidi upah karena ketentuannya sudah diatur negara," kata Adventus.

              Gede  berharap,  perusahaan  di  NTB  mendaftarkan  karyawannya  sebagai  peserta  BPJS
              Ketenagakerjaan. Tidak hanya untuk melindungi pekerja dari risiko sosial, kecelakaan kerja, dan
              ke matian, tetapi juga dalam kondisi seperti merebaknya pandemi Covid-19.

              Tidak di rumah
              Di Ibu Kota, berbagai bantuan tunai dan nontunai bagi warga terdampak pandemi juga mulai
              didistribusikan. Selain itu, demi mengoptimalkan penanggulangan pandemi, Pemerintah Provinsi
              DKI  Jakarta  meminta  warganya  yang  positif  Covid-19  tanpa  gejala  atau  gejala  ringan  untuk
              menjalani isolasi mandiri di fasilitas khusus isolasi. Dengan demikian, warga dapat menjalani
              isolasi sesuai protokol kesehatan dan terpantau oleh tenaga kesehatan.

              Pemprov  DKI  mencatat,  26.961  warganya  tengah  menjalani  isolasi  mandiri  di  rumah.
              Kebanyakan merupakan orang tanpa gejala. Sementara warga yang menjalani isolasi di rumah
              sakit mencapai 13.849 jiwa.

              Di sisi lain, LaporCovid-19 mendata 57 warga Ibu Kota meninggal ketika menjalani isolasi mandiri
              di rumah. Adapun pemprov mencatat jumlah ke-matian berkali lipat mencapai 1.284 jiwa.

              Berkaca dari situasi tersebut, Wakil Gubernur DKI Jakarta Ahmad Riza Patria meminta warga
              sebaiknya  menjalani  isolasi  mandiri  di  fasilitas  khusus  isolasi  supaya  bisa  disiplin  dalam
              melaksanakan  protokol  kesehatan  maupun  terpantau  oleh  tenaga  kesehatan  guna
              meminimalkan risiko kematian.

              "Di  rumah  bukan  tidak boleh,  tapi pastikan  aman.  Bisa disiplin  jaga  jarak,  tidak  berinteraksi
              sampai selesai isolasi, dan terpantau tenaga kesehatan. Jangan lupa komunikasi intensif dengan
              puskesmas  atau  satgas  setempat,"  katanya  dalam  wawancara  daring  dengan  awak  media,
              kemarin.
              (ZAK/DAN)



                                                           197
   193   194   195   196   197   198   199   200   201   202   203