Page 211 - E-KLIPING KETENAGAKERJAAN 2 AGUSTUS 2021
P. 211
Judul Penerima BLT Subsidi, Ada Pekerja yang Gajinya Rp2,9 Juta
Nama Media okezone.com
Newstrend BLT BPJS Ketenagakerjaan
Halaman/URL https://economy.okezone.com/read/2021/07/31/320/2448905/penerima-
blt-subsidi-ada-pekerja-yang-gajinya-rp2-9-juta
Jurnalis Feby Novalius
Tanggal 2021-08-01 03:08:00
Ukuran 0
Warna Warna
AD Value Rp 17.500.000
News Value Rp 52.500.000
Kategori Ditjen PHI & Jamsos
Layanan Korporasi
Sentimen Positif
Ringkasan
Survei Tim Nasional Percepatan Penanggulangan Kemiskinan (TNP2K), BPJS Ketenagakerjaan,
Kementerian Ketenagakerjaan dan Sekretariat Wakil Presiden. kepada 1.798 orang di 90
kabupaten/kota di 34 provinsi pada 24 Maret 2021-5 Mei 2021. Hasilnya, 62% peserta penerima
bantuan subsidi upah mengaku sempat mengalami kesulitan dalam mencukupi kebutuhan
sehari-hari di masa awal Covid-19.
PENERIMA BLT SUBSIDI, ADA PEKERJA YANG GAJINYA RP2,9 JUTA
JAKARTA - Survei Tim Nasional Percepatan Penanggulangan Kemiskinan (TNP2K), BPJS
Ketenagakerjaan, Kementerian Ketenagakerjaan dan Sekretariat Wakil Presiden. kepada 1.798
orang di 90 kabupaten/kota di 34 provinsi pada 24 Maret 2021-5 Mei 2021. Hasilnya, 62%
peserta penerima bantuan subsidi upah mengaku sempat mengalami kesulitan dalam mencukupi
kebutuhan sehari-hari di masa awal Covid-19.
Kemudian 56,4% penerima BSU adalah Pekerja Perjanjian Kerja Waktu Tertentu (PKWT) atau
pekerja kontrak dan rata-rata memiliki gaji pokok Rp2,9 juta, atau penghasilan keseluruhannya
(termasuk tunjangan tetap, tunjangan tidak tetap, lembur, serta tunjangan lain) sebesar Rp3,5
juta.
Lalu sebanyak 91,1% peserta program tercatat menggunakan bantuan untuk belanja pangan
dan hanya 6,9% digunakan untuk menabung.
Di sisi lain, penerima BSU merupakan kelompok masyarakat yang belum menerima program
bantuan sosial rutin 25% keluarga dengan kondisi sosial ekonomi terbawah, seperti Kartu
Prakerja, Program Keluarga Harapan (PKH), hingga kartu sembako.
"Maka dari itu pada akhirnya BSU ini digunakan untuk memenuhi kebutuhan hidup di masa
pandemi," ucap Wakil Menteri Keuangan Suahasil.
(fbn).
210

