Page 213 - E-KLIPING KETENAGAKERJAAN 2 AGUSTUS 2021
P. 213

Sehingga, kaum milenial dapat menjadi penerus bangsa dalam menghadapi perubahan berbagai
              bidang pembangunan.
              Sedangkan para pelaku usaha di dunia usaha dan industri (DUDI) harus dapat mengelola dan
              memastikan  para  HR  untuk  concern  terhadap  potensi  SDM  milenial,  sehingga  kinerja  dan
              ketahanan  (resilience)  perusahaan  di  masa  pandemi  dapat  terus  tumbuh  untuk  membantu
              pertumbuhan ekonomi nasional.

              “Melalui  kesempatan  ini,  saya  berharap  acara  Ngopi  Daring  Nasional  ini  menjadi  program
              berkelanjutan  dan    menjadi  inspirasi  bagi  generasi  milenial,  sehingga  dapat  memberikan
              kontribusi yang lebih luas terhadap perekonamian nasional,“  kata Anwar Sanusi.

              Anwar Sanusi menjelaskan, di masa pandemi Covid-19, gelombang pekerja berusia 18 hingga
              30 tahun telah memasuki angkatan kerja. Kelompok kerja ini disebut kaum milenial yang identik
              dengan  perkembangan  teknologi  dan  tak  mudah  memastikan  agar  kaum  milenial  ini  dapat
              bekerja dengan baik di perusahaan.
              Sementara penelitian oleh Gallup (2016) memperlihatkan hanya 29 persen karyawan milenial
              secara emosional dan perilaku terhubung erat (engaged) dengan pekerjaan dan perusahaan.

              “Hal ini tentu merupakan kerugian besar bagi perusahaan, karena mereka hanya muncul di jam
              kerja namun tidak memberikan yang terbaik untuk perkembangan perusahaan,“  kata Anwar.

              Ia menambahkan, generasi milenial di dunia kerja, menurut data dari Badan Pusat Statistik (BPS)
              tahun  2019,  tercatat  menempati  posisi  pertama  dengan  33,25  persen  dalam  hal  komposisi
              populasi di Indonesia. Selanjutnya peringkat kedua diraih oleh generasi Z (29,23 persen), dan
              posisi ketiga oleh generasi X (25,74 persen), dan keempat, baby boomers (11,27 persen).

              “Angka  statistik  ini  menunjukkan  bahwa  kemampuan  memaksimalkan  generasi  milenial  dan
              generasi  Z  menjadi  kunci  performa  bangsa  Indonesia  di  masa  depan,  dalam  menghadapi
              persaingan global sekaligus mendorong pertumbuhan produktivitas yang berdampak penguatan
              perekonomian Indonesia,“  ujarnya.

              Sementara Elviandi Rusdy selaku Plt. Direktur Polteknaker, mengatakan bahwa hadirnya para
              milenial di masa pandemi Covid-19 dan revolusi industri 4.0 diharapkan mampu meningkatkan
              kompetensi  dan  produktivitas  sehingga  angkatan  kerja  yang  ada  di  Indonesia  dapat  diserap
              dengan baik.

              "Produktivitas kerja milenial di Indonesia saat ini masih sebesar 74,4 persen, masih di bawah
              rata-rata negara ASEAN sekitar 78,4 persen. Ini tantanganan bagi kita kaum milenial agar di
              masa pandemi dan revolusi industri ini terus melakukan upaya untuk meningkatkan kapasitas
              dan kompetensi,"  katanya.rmol news logo article




















                                                           212
   208   209   210   211   212   213   214   215   216   217   218