Page 217 - E-KLIPING KETENAGAKERJAAN 2 AGUSTUS 2021
P. 217
Dairy Farm International Holdings Limited sendiri merupakan sebuah perusahaan ritel raksasa di
Asia, dengan dasar hukum pendirian di Bermuda dan terdaftar sebagai saham premium di Bursa
Saham London-Inggris.
Pada tahun 2013, bisnis Giant menjalani perubahan identitas dari Giant Hypermarket dan Giant
Supermarket menjadi Giant Ekstra dan Giant Ekspres. Perubahan itu juga diikuti dengan
perubahan konsep dan pembedaan yang jelas antara kedua format tersebut, dimana Giant Ekstra
akan menjadi pemimpin pasar dalam harga murah dengan produk yang lengkap untuk
kebutuhan bulanan konsumen dan Giant Ekpres akan menjadi pemimpin pasar dalam harga
murah dengan pelayanan cepat untuk melayani kebutuhan mingguan konsumen.
Di tahun 2016, Hero Group terus mendorong format Guardian, Hero Supermarket, Giant Ekstra
dan Giant Ekspres dengan mengedepankan diferensiasi merek mereka untuk meraih peluang
dari pertumbuhan ekonomi Indonesia.
Pada 2020, bencana pandemi Covid-19 pun melanda seluruh dunia, hingga bisnis ritel Giant pun
ikut terpapar. Hingga pada 25 Mei 2021 Presiden Direktur PT Hero Supermarket Tbk Patrik
Lindvall mengumumkan, perusahaan akan memfokuskan bisnisnya ke merek dagang IKEA,
Guardian, dan Hero Supermarket yang memiliki potensi pertumbuhan lebih tinggi dibandingkan
Giant.
’’Seperti bisnis mumpuni lainnya, kami terus beradaptasi terhadap dinamika pasar dan tren
pelanggan yang terus berubah, termasuk menurunnya popularitas format hypermarket dalam
beberapa tahun terakhir di Indonesia, sebuah tren yang juga terlihat di pasar global,” ujarnya
dalam keterangannya, Selasa (25/5).
Ia menyebut, pihaknya akan mengubah hingga lima gerai Giant menjadi IKEA, yang diharapkan
dapat menambah aksesibilitas bagi pelanggan walaupun negosiasi terkait potensi pengalihan
kepemilikan sejumlah gerai Giant kepada pihak ketiga masih berlangsung. ’’Kami tetap meyakini
bahwa sektor peralatan rumah tangga, kesehatan dan kecantikan, serta keperluan sehari-hari
untuk kelas atas memiliki potensi pertumbuhan yang tinggi,” tuturnya.
Selain itu, lanjutnya, perusahaan juga sedang mempertimbangkan untuk mengubah sejumlah
gerai Giant menjadi gerai Hero Supermarket. ’’Dalam kurun waktu dua tahun, kami menargetkan
akan menggandakan empat kali lipat jumlah gerai IKEA kami dibanding tahun 2020, serta
membuka hingga 100 gerai Guardian baru hingga akhir tahun 2022,” tambahnya.
Sementara, Head of Corporate and Consumer Affairs PT Hero Supermarket Tbk Diky Risbianto
mengatakan, pihaknya akan mengkonversi hingga lima gerai Giant menjadi IKEA untuk
meningkatkan aksesibilitas konsumen ke merek dagang tersebut. ’’Kami masih dalam proses
diskusi peralihan gerai hingga proses tersebut terfinalisasi,” ujarnya saat dihubungi
JawaPos.com.
Diky mengungkapkan, belum lama ini pihaknya sendiri telah membuka sebuah gerai IKEA seluas
31.500 meter persegi di Bandung dan kami akan membuka gerai IKEA seluas 35.000 meter
persegi di Jakarta Garden City tahun ini.
Ia menambahkan, untuk saat ini perusahaan belum dapat memberikan angka atau informasi
apapun secara detail. Namun, pihaknya melihat potensi pertumbuhan yang lebih tinggi dari IKEA,
Guardian dan Hero Supermarket dan akan memfokuskan investasi dalam proses pengembangan
ketiga brand tersebut. ’’Kami berencana untuk meningkatkan investasi di infrastruktur rantai
pasokan kami dan mempersiapkan kemampuan kami untuk bertumbuh lebih lanjut,” ungkap dia.
Pemerintah pun ikut turun tangan terkait penutupan gerai Giant. Kementerian Ketenagakerjaan
(Kemenaker) akan memberikan pelatihan vokasi bagi pekerja Giant yang mengalami Pemutusan
216

